Rabu, 22 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Konflik Rusia dan Ukraina

Ukraina Ubah Taktik untuk Kuras Tenaga Pasukan Rusia

Panglima yang baru menjabat itu mengatakan Ukraina mengubah taktik perang untuk melemahkan Rusia.

REUTERS/Valentyn Ogirenko
Aksi penembak jitu dari anggota Garda Nasional Ukraina saat mengambil bagian dalam latihan militer menggunakan senapan sniper Barrett di Desa Stare di wilayah Kiev, Ukraina (2/10). 

TRIBUNJATENG.COM - Perang Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-721 pada Rabu (14/2/2024).

Rusia saat ini sedang bergerak maju hampir di sepanjang garis depan.

Panglima Angkatan Bersenjata Ukraina, Oleksandr Syrsky, menilai situasi di garis depan sulit.

Baca juga: Ukraina Sebut Telah Tenggelamkan Kapal Serang Rusia di Pantai Krimea

Panglima yang baru menjabat itu mengatakan Ukraina mengubah taktik perang untuk melemahkan Rusia.

“Kami telah beralih dari operasi ofensif ke operasi defensif.

Tujuan dari operasi kami adalah untuk menguras tenaga musuh, menimbulkan kerugian maksimum padanya," kata Oleksandr Syrsky kepada ZDF, Selasa.

"Kami akan menggunakan benteng kami, keunggulan kami dalam hal teknologi, dalam hal pesawat tak berawak, EW, mempertahankan menyiapkan garis pertahanan,” lanjutnya.

Ia mencatat pertempuran yang sangat menegangkan sedang terjadi di arah Kupyansk.

Oleksandr Syrsky mengklaim Rusia kehilangan pasukan dengan jumlah 7-8 kali lebih besar dari Ukraina selama serangan masif selama 4 bulan.

Petani Polandia Blokir Hasil Pertanian Ukraina

Petani Polandia berniat memblokir seluruh pos pemeriksaan di perbatasan dengan Ukraina pada Selasa.

“Pada tanggal 20 Februari, sebagai bagian dari pemogokan umum petani selama 30 hari, kami mengumumkan bahwa semua aksi protes akan difokuskan pada blokade total terhadap semua penyeberangan perbatasan antara Polandia dan Ukraina,” kata pesan tersebut, dikutip dari situs NSZZ RI "Solidarność".

Senat AS Setujui Dana $61 miliar untuk Ukraina

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, menyambut baik pemungutan suara Senat AS yang menyetujui bantuan senilai $61 miliar untuk Ukraina melalui rancangan undang-undang (RUU).

RUU itu telah dikirimkan ke Dewan Perwakilan Rakyat untuk dilakukan pemungutan suara.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved