Jumat, 29 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

Ini Upaya Dispertanpangan Kudus Maksimalkan Produksi Pertanian

Produksi pertanian di Kota Kretek akan terus dioptimalkan dengan beberapa cara berikut ini.

Tayang:
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: deni setiawan
PEMKAB KUDUS
Petani di Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, Kudus sedang memanen padi pada Senin (26/2/2024). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Dispertanpangan Kabupaten Kudus terus berupaya untuk memaksimalkan produksi pertanian di Kota Kretek.

Upaya ini demi meningkatkan kuantitas dan kaulitas produksi pertanian.

Kabid Tanaman Pangan dan Perkebunan Dispertanpangan Kabupaten Kudus, Agus Setiawan mengatakan, di antara upaya memaksimalkan produksi pertanian Kudus yakni dengan menyiapkan sarana dan prasarana pertanian.

Di antara sarana dan prasarana yang perlu dipenuhi yaitu ketersediaan benih, pupuk, dan pestisida.

Baca juga: Disdikpora Pastikan Ruang Kelas Rusak di SDN 6 Hadipolo Kudus Mulai Dikerjakan Pertengahan Maret

Baca juga: Hasil Panen Masa Tanam Pertama di Kudus Sukses, Produksi Beras Mencapai 30.527 Ton

“Kalau memang memungkinkan, kami akan mengusulkan bantuan benih untuk petani,” kata Agus Setiawan kepada Tribunjateng.com, Selasa (27/2/2024).

Kemudian untuk pupuk memang ada sokongan berupa pupuk subsidi.

Namun pada kenyataannya pupuk subsidi tidak sepenuhnya bisa memenuhi kebutuhan pupuk di Kudus.

Dalam praktiknya memang untuk kebutuhan pupuk subsidi di Kudus memang hanya dipenuhi sebanyak 30 persen dari total kebutuhan.

Kontan, petani harus memenuhi kebutuhan pupuk melalui mekanisme pemenuhan dengan pupuk nonsubsidi atau pupuk organik.

“Kami berupaya membangun pola pikir bagaimana petani membangun kemandirian bukan ketergantungan."

"Misalnya dengan pupuk nonsubsidi atau menggunakan bahan dari lingkungan misalnya kotoran ternak sebagai pupuk organik,” kata Agus.

Baca juga: Panen Padi di Kudus: Hasil Melimpah Harganya Tinggi, Petani Tersenyum

Baca juga: Video Tumbuhkan Rasa Senang Bulutangkis, PBSI Kudus Gelar Festival SenengMinton untuk Siswa SD

Agus mengatakan, untuk pupuk subsidi memang pihaknya tidak bisa berbuat banyak.

Ketersediaan pupuk subsidi pihaknya sekadar menerima sesuai kuota yang telah ditentukan oleh pusat.

Lebih dari itu, pada panen masa tanam pertama ini hasilnya bisa dikatakan menggembirakan.

Kuantitasnya mengalami peningkatan dari panen sebelumnya dan harga jual dari petani terbilang tinggi.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved