Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Karanganyar

Pelaku Usaha dan Relawan Harap Pendakian Gunung Lawu di Karanganyar Segera Dibuka

Pelaku usaha dan relawan berharap pendakian Gunung Lawu wilayah Kabupaten Karanganyar segera dibuka kembali supaya perekonomian kembali normal.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: m nur huda
Tribun Jateng/ Agus Iswadi
Pengunjung melintas di gerbang Jalur Pendakian Gunung Lawu Via Candi Cetho Kecamatan Jenawi Kabupaten Karanganyar, Sabtu (2/3/2024). 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Pelaku usaha dan relawan berharap pendakian Gunung Lawu wilayah Kabupaten Karanganyar segera dibuka kembali supaya perekonomian kembali normal.

Seperti diketahui bersama, Jalur Pendakian Gunung Lawu wilayah Karanganyar baik itu Via Candi Candi Cetho Kecamatan Jenawi dan Cemoro Kandang Kecamatan Tawangmangu ditutup sementara terhitung sejak 12 Januari 2024.

Penutupan jalur pendakian tersebut dikarenakan perjanjian kerja sama (PKS) antara Perhutani dan Disparpora terkait pengelola kawasan hutan telah berakhir pada akhir 2023 lalu. Di sisi lain cuaca ekstrim juga menjadi pertimbangan penutupan sementara jalur pendakian.

Baca juga: Dampak Penutupan Sementara Jalur Pendakian Gunung Lawu di Karanganyar: Pendapatan Daerah Terpukul

Baca juga: Ini Alasan Jalur Pendakian Gunung Lawu di Karanganyar Ditutup Sementara, Tak Sekadar Cuaca Ekstrem

Baca juga: Jalur Pendakian Gunung Lawu Wilayah Karanganyar Ditutup Sementara, Ini Alasan Perhutani

Relawan Cetho, Eko menyampaikan, pihaknya telah berkirim surat ke Perhutani terkait permohonan pembukaan kembali jalur pendakian pada awal Februari 2024. Surat permohonan pembukaan kembali jalur pendakian tersebut dibuat karena banyak warga yang menggantungkan pendapatan dari objek wisata tersebut.

"Ada usaha travel antar jemput pendaki, persewaan alat outdoor, parkir, warung dan basecamp," katanya kepada Tribunjateng.com, Sabtu (2/3/2024).

Eko yang juga membuka jasa antar jemput pendaki mengaku pendapatannya turun drastis sejak jalur pendakian ditutup sementara. Dia menceritakan, bisa melayani antar jemput 4-5 kali rombongan dalam seminggu sebelum pendakian ditutup sementara.

"Bisa 4-5 kali, antar jemput dari Solo ke Cetho," terangnya.

Selain itu ada pula warga sekitar yang biasanya menjadi porter serta guide bagi para pendaki di Jalur Pendakian Candi Cetho. Lanjutnya, ada 28 orang yang biasanya menjadi guide dan porter. Oleh karena itu dia berharap jalur pendakian Gunung Lawu wilayah Kabupaten Karanganyar dapat segera dibuka supaya perekonomian warga sekitar kembali normal.

"Kalau pertimbangan cuaca, sekarang sudah aman. Pendakian Gunung Lawu wilayah Jatim sudah dibuka kembali tapi Karanganyar belum. Bahkan surat permohonan tersebut juga telah disertai hasil pengecekan jalur dari BPBD Karanganyar," tuturnya.

Sementara itu basecamp transit di sekitar Candi Cetho, Tarjo mengatakan, penutupan sementara jalur pendakian berdampak luar biasa baginya dari segi pendapatan. Pendapatan paling banyak biasanya dari warung makan. Selain itu ada parkir dan kamar mandi.

"Sebenarnya tidak hanya pendapatan tapi ada 8 orang tenaga yang sekarang tidak bisa bekerja," ungkapnya.

Semenjak jalur pendakian ditutup hampir 2 bulan, dia hanya mengandalkan pendapatan dari pengunjung wisata Candi Cetho yang terkadang mampir ke warung.

Seperti diberitakan sebelumnya, Disparpora Karanganyar terus berupaya supaya PKS terbaru dapat segera selesai. Pasalnya ada regulasi baru semenejak kewenangan kaitannya dengan pengelolaan kawasan hutan telah berpindah dari Perhutani ke Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Wilayah Jawa. (Ais)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved