Berita Ungaran
Pemkab Semarang Gelontorkan Rp 74 Miliar untuk Atasi Inflasi Pada 2024
Pemerintah Kabupaten Semarang Semarang masih berupaya untuk menanggulangi naiknya harga bahan pokok masyarakat atau inflasi di wilayah Bumi Serasi.
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: raka f pujangga
Diberitakan sebelumnya, seorang pedagang daging ayam di Pasar Bandarjo, Suprapti (59) mengatakan bahwa harga daging ayam kali ini merupakan yang tertinggi.
“Setiap hari naik terus, padahal normalnya itu Rp32 ribu.
Tahun-tahun sebelumnya misal menjelang Ramadan itu paling naiknya sampai Rp35 ribu, tidak semahal sekarang,” kata dia kepada Tribunjateng.com.
Baca juga: Ngesti Nugraha Sebut Pengembangan Desa Wisata di Kabupaten Semarang Bakal Dibantu APBD di 2025
Dia belum mengetahui penyebab naiknya harga daging ayam.
Menurut dia, pemicunya yaitu permintaan yang meningkat menjelang Ramadan.
“Kemungkinan karena permintaan banyak, banyak yang mengadakan hajatan dan lain-lainnya, sehingga dari produsennya harga sudah naik seperti ini,” imbuh dia.
Suprapti mengaku tidak mengalami berkurangnya jumlah pembeli dari kenaikan harga tersebut. (*)
Guru Matematika Jadi Pengajar Agama: Ironi Kekurangan Tenaga Pendidik di Kabupaten Semarang |
![]() |
---|
Tak Hanya Subsidi, Pemkab Semarang Siapkan Strategi Jangka Panjang Selamatkan Petani Tembakau |
![]() |
---|
227 Murid Dapat Makan Bergizi Gratis, Wiji Rahayu Bersyukur SLB Negeri Ungaran Ikut Diperhatikan |
![]() |
---|
Kisah Ariyanto Ikhlas Tak Ambil Kelebihan Bayar PBB, Meski Pemkab Semarang Membatalkan Kenaikan |
![]() |
---|
"Alhamdulillah Beban Ortu Berkurang", Respons Pedagang Kopi Usai Bupati Ngesti Batalkan Kenaikan PBB |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.