Pakar Lingkungan: Banjir Semarang Terus Parah, Pemkot Harus Ambil Langkah Fundamental
akar Lingkungan, Mila Karmila, menegaskan bahwa Pemkot Semarang perlu mengambil langkah fundamental dalam penanganannya.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: Daniel Ari Purnomo
Sayangnya, lanjut dia, jumlah taman di Semarang belum signifikan. Terlebih, soal manfaat taman sebagai daerah resapan air.
"Taman di Kota Semarang memang sudah bagus dan indah, hanya saja fungsi tamannya sebagai daerah resapannya harus diperbaiki," tuturnya.
Langkah kedua, kata dia, Pemkot perlu mempertahankan alur alami air yakni air akan mencari tempat rendah.
Tempat rendah bisa disalurkan ke drainase dan sungai.
Untuk sungai, Kota Semarang sudah semakin baik, hanya saja sungai kecil juga perlu diperhatikan.
"Gerakan kali atau sungai bersih perlu melibatkan masyarakat secara intensif dan masif terutama dari masyarakat di bantaran sungai," terangnya.
Selain daerah resapan dan alur jalan air, kata dia, potensi banjir rob juga harus diatasi, terutama penurunan muka tanah yang menjadi dampak dari pengambilan air tanah yang masif.
Menurut Saratri, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dinilai sebagai solusi parsial, yang perlu dilakukan adalah penghentian pengambilan air muka tanah.
"Pemkot Semarang belum tegas ke situ. Padahal pengambilan air tanah secara berlebihan berperan juga dalam penyebab banjir," katanya.
Baca juga: Kekecewaan Warga Semarang: Caleg Ramai Datangi Kampung Saat Pemilu, Giliran Ada Banjir Malah Hilang
| Hujan Reda, Peserta Semarang Night Carnival Kembali Tampil, Disambut Antusias Warga |
|
|---|
| "Sudah Persiapan 3 Bulan" Alasan Peserta Tetap Tampil Meski Semarang Night Carnival Dibatalkan |
|
|---|
| Semarang Night Carnival Dibatalkan Wali Kota, Ada Opsi Penjadwalan Ulang |
|
|---|
| 41 dari 130 Armada Diremajakan, BRT Trans Semarang Dikejar Tuntas September 2026 |
|
|---|
| Rumah Kiai Cabul di Pati, Digeruduk Ratusan Orang, Dipasangi Spanduk Sang Predator |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Warga-menerabas-banjir-di-kawasan-Kota-Lama-Semarang-Kamis-1432024.jpg)