Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

Komunitas Resik-Resik Masjid Bantu Bersihkan Secara Sukarela Terdampak Banjir di Al Madina Demak

Komunitas resik-resik Masjid di Kabupaten Kudus melakukan aksinya di bulan Ramadan dengan membersihkan masjid secara sukarela.

|
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: raka f pujangga

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Komunitas resik-resik Masjid di Kabupaten Kudus melakukan aksinya di bulan Ramadan dengan membersihkan masjid secara sukarela.

Kali ini, komunitas resik-resik masjid menyasar masjid-masjid yang terdampak banjir bandang di area Pantura Kecamatan Karanganyar Kabupaten Demak

Biasanya para pemuda ini melakukan pembersihan di beberapa mesjid di Kabupaten Kudus sebelum berpuasa.

Baca juga: Sosok Ahmad Adam, Tinggalkan Pekerjaan Gaji Melimpah di Australia Demi Jadi Marbot Masjid di Kampung

Namun kini, meski dalam keadaan berpuasa para pemuda komunitas ini membersihkan masjid yang terdampak banjir

Diantaranya yakni Masjid Al-Madina Karanganyar Demak, dengan tanggap puluhan relawan melakukan aksinya dengan tujuan membantu warga.

Komunitas Resik-Resik Masjid Kudus Membersihkan Masjid Al Madina di Karanganyar Demak 2
Komunitas Resik-Resik Masjid Kudus Membersihkan Masjid Al Madina di Karanganyar Demak Usai Terdampak Banjir Bandang.

Para relawan pemuda masjid, bersama petugas masyarakat sekitar melakukan pembersihan di tiap sudut masjid dari lumpur setebal lima sentimeter. 

Selain itu sebagian petugas membersihkan karpet sajadah masjid dari lumpur. Meski terkena lumpur, namun tidak ada ruangan atau sudut di masjid yang terlewatkan, semuanya bersih dan kinclong saat para pemuda bergotong royong melakukan bersih-bersih.

Ahmad Fadholi, Koordinator Aksi resik-resik, mengatakan bahwa pembersihan ini sebagai bentuk simpati terhadap warga Demak

"Kami dapat permintaan untuk melakukan resik-resik masjid di Al-Madina Demak, karena terdampak banjir. Sebelumnya yang banjir awal tim kami sampai 50 orang tapi yang ini hanya sampai 15 orang," ujar Fadholi, Kamis (28/3/2024). 

Menurutnya, banjir yang kedua ini lebih parah, hal ini lantaran banyaknya lumpur dengan ketebalan 3cm-5cm di area masjid. 

Untuk itu, dia bersama rekannya memfokuskan area lantai untuk dibersihkan. Dengan harapan untuk digunakan ibadah tarawih. 

"Fokusnya ke lantai, orientasi kita agar segera cepat digunakan beribadah apa lagi ini bulan puasa bisa digunakan untuk tarawih," jelas Fadholi. 

Sementara itu, Khalimi, Pengurus Masjid Al Madina sangat bersyukur munculnya komunitas yang memberikan dampak positif utamanya saat bulan Ramadan.

"Saya mengapresiasi, komunitas ini datang ke masjid ini untuk giat bersih-bersih masjid. Jadi giat bersih-bersih masjid bisa tertangani dengan maksimal," kata Khalimi. 

Baca juga: Malam Nuzulul Quran, 750 Santri Khataman Al Quran di Masjid Agung Madaniyah Karanganyar

Dia mengatakan bahwasanya akibat banjir kedua ini, mengakibatkan kerugian sekitar Rp 25juta lantaran beberapa fasilitas masjid rusak akibat lumpur. 

"Pintu masuk rusak itu bawahnya ambrol kemudian mukena terus karpet yang kena lumpur. Tafsiran kasar Rp25juta," tandas Khalimi. (Rad) 

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved