Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kuliner Kudus

Triyanto, Sang Peracik Sirup Penyubur Kandungan dari Lereng Muria

Upaya Triyanto dalam mengembangkan produk turunan buah parijoto ke dalam bentuk sirup telah membuahkan hasil.

Tayang:
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: Catur waskito Edy
dok pribadi Triyanto
Triyanto menunjukkan buah parijoto dan sirup parijoto. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Upaya Triyanto dalam mengembangkan produk turunan buah parijoto ke dalam bentuk sirup telah membuahkan hasil.

Selain dia sukses sebagai perintis sekaligus pelaku usaha sirup parijoto, Triyanto juga telah memberdayakan warga sekitar untuk dipekerjakan.

Parijoto merupakan buah yang mudah dijumpai di lereng Gunung Muria termasuk di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kudus. Buah ini berbentuk butiran kecil berwarna ungu dan menggerombol pada tangkai.

Buah yang memiliki rasa asam itu dipercaya bisa menyuburkan kandungan. Selain itu bagi ibu hamil yang mengonsumsi buah parijoto bayi yang dikandungnya akan terlahir tampan atau cantik.

Mitos yang terbangun sejak dulu akhirnya membuat sejumlah orang yang datang ke Desa Colo selain untuk berziarah ke Makam Sunan Muria juga untuk berburu buah yang memiliki nama latin medinilla speciosa blume.

Bahkan sebagian lagi beranggapan kalau parijoto merupakan anugerah Tuhan yang sengaja diturunkan langsung ke lereng Gunung Muria karena di sana ada sosok salah seorang walisongo penyebar agama Islam yaitu Sunan Muria yang dikenal memiliki keramat. Maka tidak heran kalau orang ikhtiar untuk mendapatkan kehamilan datang ke Desa Colo untuk berziarah ke pusara Sunan Muria sepaket dengan berburu buah parijoto.

Mitos yang terkandung dalam parijoto membuat buah satu ini mengandung nilai ekonomi. Hampir setiap peziarah yang datang ke Makam Sunan Muria memburu buah ini. Maka tidak heran di sepanjang jalan menuju makam Sunan Muria di Desa Colo sangat mudah dijumpai para penjaja parijoto.

Sayangnya parijoto merupakan buah yang hanya mudah dijumpai saat musim hujan. Saat musim kemarau buah ini sulit dijumpai, oleh karenanya harganya dipastikan melonjak saat kemarau. Katakan kalau musim hujan harga parijoto per tangkai Rp 10 ribu saat musim kemarau bisa tembus Rp 50 ribu per tangkai.

“Sebab saat kemarau penyusutan buahnya bisa mencapai 80 persen, makanya buahnya berkurang drastis,” kata Triyanto kepada Tribunjateng.com saat ditemui di kediamamnya di Desa Colo, Kamis (4/4/2024).

Melihat kenyataan itu dalam benak Triyanto terbersit untuk membuat produk turunan dari buah parijoto pada 2015. Sebab saat musim hujan selain buah ini mudah dijumpai dan murah, bahkan juga tidak laku karena saking banyaknya stok. Oleh karena itu banyaknya stok itu dimanfaatkan melalui produk turunan parijoto berupa sirup.

Inisiatif untuk mengolah parijoto menjadi sirup mulai muncul dari benak Triyanto saat dia melihat warga Kabupaten Rembang, Jawa Tengah mengolah buah kawis menjadi sirup. Kawis sendiri merupakan salah satu buah yang sangat mudah dijumpai di Rembang. Triyanto menganalogikan kalau kawis buah khas Rembang, maka parijoto merupakan buah khas Desa Colo lereng di Gunung Muria, artinya sama-sama bisa diolah menjadi sirup.

Mula-mula mengolah parijoto menjadi sirup adalah upaya untuk memberdayakan masyarakat Desa Colo. Saat itu Triyanto yang sudah aktif dalam kepengurusan desa wisata berharap ada nilai lebih dari buah parijoto dari sekadar dijual mentah.

Namun tawaran dari Triyanto tidak mendapatkan respons positif, sebab sebagian besar beranggapan hanya dengan menjual buah parijoto sudah bisa dapat uang tanpa repot-repot mengolahnya.

Penolakan itulah akhirnya membuat ayah tiga anak ini tidak patah semangat. Dia bersama istri berusaha untuk mengolah parijoto menjadi sirup.

Sejak 2015 sampai 2017 merupakan jeda waktu yang digunakan Triyanto untuk melakukan uji coba membuat sirup parijoto. Setelah beberapa kali uji coba akhirnya Triyanto memutuskan untuk membuat produksi turunan parijoto berupa sirup.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved