Breaking News
Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kuliner Kudus

Triyanto, Sang Peracik Sirup Penyubur Kandungan dari Lereng Muria

Upaya Triyanto dalam mengembangkan produk turunan buah parijoto ke dalam bentuk sirup telah membuahkan hasil.

Tayang:
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: Catur waskito Edy
dok pribadi Triyanto
Triyanto menunjukkan buah parijoto dan sirup parijoto. 

“Saya masih ingat saya mulai membuat sirup parijoto pada 15 Juli 2017,” kata Triyanto.

Awal mula memulai usaha produksi sirup parijoto Triyanto memiliki tabungan sebesar Rp 1.500.000. Uang tabungan itu diambil Rp 1.200.000 untuk modal awal usaha yakni membuat stiker dan membeli botol untuk kemasan sirup.

Suntikan Modal KUR BRI

Uletnya Triyanto dalam memasarkan sirup parijoto mendapat respons positif atas produk buatannya. Alhasil dia perlu melakukan pengembangan yang sarat akan tambahan modal. Dalam hal ini dia mendapat kucuran modal dari Bank Rakyat Indonesia (BRI). Dia mendapat pinjaman modal melalui skema kredit usaha rakyat (KUR) sebesar Rp 30 juta.

“Awal modal dari BRI untuk pengembangan usaha. Modal dari BRI senilai Rp 30 juta tenornya 3 tahun,” kata lelaki yang akrab dipanggil Ribut.

Modal dari BRI pun berhasil membuat usaha sirup parijoto yang diberi merek Alammu semakin meenggeliat. Bahkan setelahnya ada beberapa produk turunan parijoto lainnya yaitu berupa permen parijoto, keripik parijoto, teh parijoto, bahkan sampai kombucha parijoto.

Untuk sirup parijoto Alammu ini ada beberapa varian kemasan. Mulai dari kemasan 250 mili seharga Rp 45 ribu, sirup kemasan 350 mili harganya Rp 65 ribu, sirup parijoto kemasan 500 mili seharga Rp 84 ribu, dan kemasan 630 mili seharga Rp 230 ribu.

Sedangkan untuk produk turunan lainnya berupa permen parijoto seharga Rp 25 ribu berisi 20 biji permen, keripik parijoto kemasan 100 gram seharga Rp 25 ribu, dan untuk teh tubruk parijoto kemasan 50 gram seharga Rp 110 ribu lalu teh celup seharga Rp 120 ribu berisi 20 buah.

“Untuk kombucha parijoto seharga Rp 150 ribu kemasan 1.000 mili,” katanya.

Dari seluruh produk turunan parijoto yang telah diproduksi oleh Triyanto sirup adalah yang paling banyak diburu. Untuk pemasaran Triyanto memanfaatkan kanal daring. Selain itu dia juga memasarkan secara luring dengan sasaran para peziarah makam Sunan Muria.

“Untuk saat ini pasar sudah terbentuk, mayoritas memang pembelinya dari Pulau Jawa. Sebagian yaitu dari Kalimantan dan Sumatera,” kata Triyanto.

Kini Triyanto sudah bisa dikatakan sukses dengan usaha pengolahan parijoto. Dia telah memiliki sejumlah pelanggan tetap yang setiap bulan bersedia menjualkan produknya. Untuk menunjang produksi yang stabil, Triyanto kini telah merekrut enam warga Desa Colo sebagai pekerja.

“Harapan kami tetap bisa berkembang dan bisa memberi manfaat dan memberdayakan warga Colo,” katanya.

Sementara Pimpinan Cabang BRI Kudus Iman Indrawan mengatakan, hadirnya KUR memang sangat membantu pelaku usaha kecil. Sebagai perbankan selalu siap untuk memfasilitasi pelaku usaha kecil yang butuh modal untuk mengembangkan usaha. Dalam hal ini Triyanto merupakan contoh konkretnya.

“Soalnya kalau pelaku usaha mikro kecil maju, kami juga kena dampak dari itu,” kata Iman.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved