Berita Regional
5 Pertanyaan Soal Tewasnya Brigadir Ridhal, Ada Keraguan Jika Korban Bunuh Diri
Dilansir dari tayangan Kompas TV, Komisioner Kompolnas Albertus Wahyurudhanto mencurigai alasan Brigadir RAT datang ke Jakarta
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Kasus Kematian Brigadir Ridhal Ali Tomi (RAT) masih menjadi sorotan.
Sejumlah kejanggalan ditemukan dalam kematiannya.
Berbagai pihak mulai dari keluarga, Kompolnas hingga pakar psikologi forensik memiliki sejumlah keraguan terkait penyebab tewasnya Brigadir RAT.
Seperti diketahui, jasad Brigadir RAT yang berdinas di Manado, Sulawesi Utara ditemukan di depan rumah pengusaha kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
Ia meregang nyawa di dalam sebuah mobil Toyota Alphard.
Baca juga: Detik-detik Komplotan Pencuri Spesialis Bus AKAP Terekam Kamera CCTV
Baca juga: Penyebar Video yang Ungkap Kelakuan Bejat Guru Perkosa Muridnya Kini Diburu Polisi: Karena Menyebar
Seperti apa keraguan mereka? Berikut Tribunnews.com rangkum.
1. Ragu Tewas Bunuh Diri
Istri mendiang Brigadir Ridhal, Novita Husain, tidak percaya suaminya tewas karena bunuh diri.
Novita mengaku mengenal betul karakter suaminya itu.
"Kalau ada yang bilang almarhum bunuh diri saya tidak percaya karena saya sangat tau sifatnya seperti apa."
"Almarhum sangat sayang anak-anak jadi tidak mungkin dia berbuat seperti itu," ujar Novita, Jumat (26/4/2024), dilansir Tribun Manado.
Perempuan yang akrab disapa Osin ini menjelaskan ia mendapatkan informasi dari bosnya yang ada di Jakarta kalau suaminya bunuh diri.
"Bosnya yang telepon katanya Ali bunuh diri di dalam mobil, saya kaget tapi sampai saat ini kami keluarga tidak percaya," tandasnya.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Bintoro menerangkan bahwa korban tewas setelah mengakhiri hidup.
Kesimpulan itu didapat berdasarkan rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.
| Kisah Pilu Kiki, Bocah yang Makan Rumput karena Lapar, Videonya Viral |
|
|---|
| Viral Wakil Bupati Ini Berani Kritik Kebijakan Prabowo-Gibran, Sebut Ekonomi Daerah Terancam |
|
|---|
| Cerita Guru ASN Dipecat karena Dinilai Bolos 181 Hari, Sempat Kritik Aturan Absensi Sekolah |
|
|---|
| Cekcok di Pertandingan Sepak Bola Berujung Penyiraman Air Keras, Dua Pria Diringkus |
|
|---|
| Sebelum Diseret Petugas, Terdakwa Pembunuhan Keluarga Haji Sahroni Teriak Sebut Pelaku Lain |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Polisiberpangkatbrigadirditemukan-tewas-di-dalam-mobilAlphard.jpg)