Kamis, 9 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

Perbaikan 120 Sekolah Rusak di Kudus Molor Dari Jadwal, Ini Alasannya

Perbaikan sarana dan prasarana (Sarpras) penunjang pendidikan di 120 sekolah yang diprogramkan Disdikpora Kabupaten Kudus molor dari jadwal.

Penulis: Saiful Ma sum | Editor: raka f pujangga
TRIBUN JATENG/SAIFUL MASUM
Kondisi kerusakan di SD Negeri 6 Hadipolo Kudus. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Perbaikan sarana dan prasarana (Sarpras) penunjang pendidikan di 120 sekolah yang diprogramkan Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus molor dari jadwal yang telah ditentukan.

Pada tahun anggaran 2024, Pemerintah Kabupaten Kudus telah menyiapkan anggaran senilai Rp 22,6 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk memperbaiki 120 sekolah.

Terdiri dari Rp 19,8 miliar untuk perbaikan 108 SD dan Rp 2,8 miliar untuk memperbaiki 12 SMP. 

Baca juga: Kudus Tuan Rumah Grup I Liga 3 Nasional, Disdikpora: Seluruh Fasilitas Siap di Stadion Wergu Wetan

Pemkab Kudus juga mendapatkan alokasi anggaran Rp 8,1 miliar dari dana alokasi khusus (DAK) untuk memperbaiki 7 SD dan 7 SMP. 

Total ada 134 sekolah di Kabupaten Kudus jenjang SD dan SMP yang bakal diperbaiki tahun ini dengan memaksimalkan anggaran Rp 30,7 miliar dari APBD dan DAK.

Perbaikan sarpras pendidikan dengan menggunakan APBD Kabupaten Kudus rencananya dimulai pada April. 

Namun, pekerjaan fisik bangunan hingga pertengahan Mei belum juga dimulai karena beberapa faktor. 

Di antaranya proses perencanaan, pembuatan detail engineering design (DED), hingga penentuan rencana anggaran biaya (RAB) selesai tak sesuai jadwal. 

Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) pada Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus, Anggun Nugroho menjelaskan, target awal pembangunan fisik perbaikan sekolah tahun ini dimulai selepas Hari Raya Idulfitri pada pertengahan April.

Namun, segala persiapannya belum juga tuntas hingga awal Mei ini, sehingga pelaksanaan pembangunan fisik di lapangan terpaksa mundur kurang lebih satu bulan dari jadwal yang sudah direncanakan.

"Untuk pengerjaan pengadaan barang, pembuatan gambar, RAB, dan penentuan speknya sudah berjalan. Kami harapkan pertengahan Mei ada yang sudah jalan, minimal sekolah-sekolah yang urgent segera diperbaiki," terangnya, Minggu (12/5/2024).

Anggun menyebut, molornya proses perbaikan sekolah disebabkan beberapa faktor.

Di antaranya waktu perencanaan terjeda Hari Raya Idulfitri.

Selain itu, proses perencanaan yang harus dilalui cukup panjang mengingat banyaknya item yang harus dikerjakan dalam proses penentuan spesifikasi barang. 

Saat ini sudah dalam proses pengajuan ke pejabat pengadaan barang dan jasa, serta proses pelelangan untuk penentuan kontraktor. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved