Kamis, 21 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Ekonomi Bisnis

Daerah Penghasil Bawang Merah Panen, Harga Mulai Turun di Jateng

Beberapa daerah saat ini telah memasuki musim panen bawang merah, seperti di Kabupaten Brebes, Kendal, Nganjuk, Cirebon, dan Bojonegoro.

Tayang:
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/IDAYATUL ROHMAH
ILUSTRASI Pedagang di Pasar Karangayu Semarang menunjukkan bawang merah dagangannya. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sejumlah daerah penghasil komoditas bawang merah mulai memasuki musim panen.

Ketua Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI), Alex Chandra menyebutkan, beberapa daerah memasuki musim panen itu antara lain Kabupaten Brebes, Kendal, Nganjuk, Cirebon, dan Bojonegoro.

Musim panen ini, menurutnya, akan disusul beberapa daerah lain hingga puncak panen raya sekira Agustus-September 2024.

Baca juga: Daftar 5 Khasiat Minuman Jahe, Madu dan Bawang Putih

Baca juga: Harga Bawang Merah di Pasar Majenang Cilacap Masih Rp 60 Ribu per Kilogram, Normalnya Segini

"Panen di berbagai daerah sudah mulai merata."

"Hanya ada beberapa yang belum panen seperti Demak dan seterusnya."

"Itu kemungkinan nanti panennya sekira bulan 6."

"Perkiraan masa panen ini akan berlanjut terus sampai puncaknya panen raya yaitu Agustus hingga September," kata Alex Chandra kepada Tribunjateng.com, Senin (20/5/2024).

Alex melanjutkan, di seluruh Indonesia ada sekira 200.000 hektare lahan yang akan panen bawang merah pada Juni-Oktober 2024.

Menurutnya, musim panen ini tentunya akan berpengaruh terhadap penurunan harga komoditas tersebut, dimana sebelumnya telah mengalami lonjakan cukup drastis.

Lonjakan harga bawang merah setidaknya telah terjadi sejak momen Lebaran 2024 yang mencapai kisaran Rp 70.000 per kilogram di pasaran.

Bahkan, bawang merah menjadi komoditas utama penyumbang inflasi bulanan pada April 2024.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah mencatat, tingkat inflasi Jawa Tengah secara bulanan (month to month/m-to-m) pada April 2024 sebesar 0,20 persen.

Bawang merah menjadi komoditas penyumbang inflasi tertinggi dengan andil sebesar 0,20 persen.

Baru setelahnya disusul emas perhiasan sebesar 0,07 persen, angkutan antarkota dengan andil 0,04 persen.

Bawang putih sebesar 0,03 persen, dan minyak goreng dengan andil sebesar 0,02 persen.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved