Sabtu, 2 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Boyolali

Alasan Lutfiana Rahma, Prank Polisi Jadi Korban Begal, Demi Perhatian Keluarga

Apesnya polisi kejar pelaku begal ternyata cuma khayalan korban yang sengaja membuat laporan demi mendapatkan perhatian keluarga.

Tayang:
Editor: raka f pujangga
kompas.com
Ilustrasi Polisi (KOMPAS.com/NURWAHIDAH) 

TRIBUNJATENG.COM, BOYOLALI - Apesnya polisi kejar pelaku begal ternyata cuma khayalan korban.

Korban bernama Lutfiana Rahma Nurmahmudah ternyata membuat laporan palsu demi mendapatkan perhatian keluarga.

Handphonenya tak dirampok di jalan Simo-Nogosari, tepatnya di Desa Temon, Kecamatan Simo, Boyolali.

Baca juga: Video Mahasiswi Semarang Jadi Korban Begal Payudara Selidiki Sendiri Pelaku, Ini Hasil Temuannya

Perutnya yang mengaku ditusuk pelaku ternyata ditusuk sendiri.

Lutfiana sengaja menusuk perutnya dengan pisau agar sandiwaranya sempurna.

Dia pun kemudian melaporkan kejadian itu ke polisi.

Namun setelah diselidiki, ternyata laporan itu palsu.

Handphonenya tak dirampok, melainkan dijual sendiri.

Nah, agar tak dimarahi orang tuanya, dia lalu bersandiwara.

Kapolres Boyolali AKBP Petrus Parningotan Silalahi, melalui Kasat Reskrim Iptu Joko Purwadi, semula Lutfiana mengaku handphone miliknya yang berada di dasbor sepeda motor dirampas pelaku.

Selain itu, ia juga mengalami luka tusuk di perut akibat serangan pisau.

Dari laporan itu, pihaknya kemudian melakukan penyelidikan.

"Senin kemarin, kami berhasil mengamankan buah HP yang telah dilaporkan hilang oleh korban," jelasnya.

Saat diklarifikasi, ternyata hp itu memang sengaja dijual.

Baca juga: Pengakuan Ibu yang Cabuli Anaknya ke Polisi, Awalnya Diminta Foto Telanjang, Kena Prank 15 Juta

Sehingga laporan begal ke polsek Simo itu tak benar.

Sumber: Tribun Solo
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved