Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Sragen

Bu Bidan Langsung Lemas Lihat Kondisi Jasad Bayi di Sragen Jateng, Tak Habis Pikir: Kok Bisa Gitu

Bu bidang lemas. Ia sempat menangisi bayi laki-laki yang ditemukan sudah meninggal di Sragen

|
Editor: muslimah
Dok. PSC 119 Sukowati Sragen
Bidan Desa, Yuyun Sulistyaningrum mengevakuasi bayi yang ditemukan meninggal di dapur rumah warga Desa Ngepringan, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen. 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN - Bu bidang lemas. Ia sempat menangisi bayi laki-laki yang ditemukan sudah meninggal di Sragen.

Kondisinya sangat memilukan.

Lehernya dijerat sangat kencang menggunakan kain. 

Temuan bayi iru terjadi di Desa Ngepringan, Kecamatan Jenar, Sragen, Jawa Tengah.

Bayi tak berdosa itu ditemukan meninggal dunia di dapur rumah warga, pada Minggu (16/6/2024) pagi. 

Jasad bayi laki-laki itu ditemukan di kolong tempat penyimpanan kayu di bagian dapur 

Baca juga: Dalam 3 Hari Mahasiswi Unnes Semarang Kehilangan 233 Juta, Depresi hingga Dituduh Penipu Oleh Pelaku

Ngadino, ketua RT Dukuh Soko, Desa Ngepringan, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen berada di depan pintu yang masih terpasang garis polisi, lokasi ditemukannya jasad bayi, Minggu (16/6/2024).
Ngadino, ketua RT Dukuh Soko, Desa Ngepringan, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen berada di depan pintu yang masih terpasang garis polisi, lokasi ditemukannya jasad bayi, Minggu (16/6/2024). (TribunSolo.com/Septiana Ayu Lestari)

Penemuan jasad bayi ini pun menggemparkan warga sekitar.

Sebab, sebelumnya mereka tidak merasa ada perempuan hamil di luar nikah dalam lingkungannya.

Lantas bagaimana fakta-fakta kejadian ini? Berikut TribunSolo.com rangkum:

1. Langsung Dilarikan ke RS

Usai ditemukan, mayat bayi tidak berdosa itu dibawa ke RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen.

Kabar penemuan mayat bayi dibenarkan oleh Kapolsek Jenar, AKP Rudi Hartono. 

"Tadi pagi ada kejadian yaitu penemuan mayat masih balita di Dukuh Sono, Desa Ngepringan, yang dimungkinkan lahir tanpa melalui prosedur medis, jadi dilakukan lahir sendiri, innalillahi, bayinya meninggal," ungkapnya kepada TribunSolo.com, Minggu (16/6/2024).

2. Jasad Bayi Diautopsi

Kasus ini masih dalam penyelidikan Polres Sragen

Karena ada indikasi kematian tidak wajar, saat ini, jasad bayi itu dilakukan proses autopsi. 

"Untuk saat ini, kejadian masih diusut oleh tim penyidik Polres Sragen, dan masih diadakan autopsi di Rumah Sakit Moewardi Solo," kata Kapolsek Jenar.

3. Sosok Ayah dan Ibu

Terpisah, Ketua RT setempat, Ngadino mengatakan bayi tersebut lahir dari rahim ibunya yakni SA.

"Kalau nama ibunya SA, usia sekitar 40 tahun lebih, sedangkan suami SA bernama SG," ujarnya.

Para warga terkejut, karena selama ini tidak pernah mengetahui jika ibu dari bayi tersebut, yakni SA tengah hamil.

Ngadino jugamengatakan beberapa hari terakhir, SA memang jarang terlihat bersosialisasi dengan warga sekitar.

"Kita nggak ada yang tahu kalau dia hamil, makanya kami ditelfon kader posyandu, kami tidak terlalu percaya, setelah dikirim fotonya baru percaya," katanya saat ditemui TribunSolo.com, Minggu (16/6/2024).

"Mungkin selama hamil sudah jarang keluar rumah, kadang dia ikut pengajian rutin malam Jumat, tapi dia tidak ikut," jelasnya.

Dulu, SA dikenal sebagai penjual sayur keliling, sedangkan SG merupakan buruh serabutan, yang terkadang jadi tukang potong tebu.

Berdasarkan keterangan dari warga sekitar lainnya, mereka juga tidak mengetahui jika SA tengah mengandung.

Mereka baru tahu, saat ramai penemuan jasad bayi tersebut.

4. Kondisi Jasad Bayi Memilukan

Kematian bayi malang itu diduga tidak wajar.

Karena tidak hanya ditemukan di tempat yang tidak wajar, jasad bayi itu juga awalnya terbungkus mantol plastik.

Bidan Desa, Yuyun Sulistyaningrum mengatakan selain itu, leher bayi malang itu juga telah dijerat kain celana.

"Bayinya ditemukan dibawah teratak dapur, jadi kalau dapur orang-orang desa kan ada terataknya untuk tempat kayu, disitu dibawahnya, dibungkus mantol plastik," katanya saat ditemui TribunSolo.com, Minggu (16/6/2024).

"Itu bungkusnya saya buka, posisi bayinya tengkurap dan sudah meninggal, leher kayak ada jiretan gitu, ternyata kain (celana) training, kelihatannya training ibunya mungkin," tambahnya.

Melihat kondisi jasad bayi itupun membuat Yuyun tidak tega.

Tanpa basa-basi, ia melepaskan jeratan kalin dari leher jasad bayi.

Karena tidak tega, Yuyun pun sempat menangisi bayi tersebut.

"Itu jeratannya kenceng banget, mungkin ada 4 sampai lima kali ubedan, kenceng banget, aku nggak tega, kok bisa gitu, langsung lemas saya," tambahnya.

Menurutnya, secara sekilas tidak ada luka yang ditemukan pada tubuh jasad bayi tidak berdosa itu.

Hanya saja, sebagian kepala jasad bayi sudah membiru, diduga efek dari jeratan di leher.

"Bayinya belum kaku mayat, kan kalau seperti itu ada prosesnya, tadi waktu di visum baru mulai kaku, tangan sebela kanan yang kaku," terangnya.

Yuyun pun memastikan bayi tersebut meninggal saat sudah lahir, karena kondisi bayi masih segar. 

(TribunSolo.com)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved