Senin, 4 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Idul Adha 2024

Pembagian Daging Kurban di MAJT Gunakan Pembungkus Ramah Lingkungan

Penggunaan kantong plastik sekali pakai untuk pembagian daging kurban di Kota Semarang semakin berkurang.

Tayang:
Editor: m nur huda
Istimewa
Daging kurban Iduladha 1445 Hijriah di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) di Jalan Gajah Raya, Kota Semarang, menggunakan besek ayng ramah lingkungan. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Penggunaan kantong plastik sekali pakai untuk pembagian daging kurban di Kota Semarang semakin berkurang.

Hal ini sejalan dengan imbauan Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, yang mendorong penggunaan wadah daging kurban ramah lingkungan.

Meskipun masih ada yang menggunakan kantong plastik, sebagian besar panitia kurban di kampung-kampung mulai beralih ke bahan yang lebih ramah lingkungan.

Warga Kalicari, Kecamatan Pedurungan, misalnya, kini lebih memilih besek bambu untuk membungkus daging kurban yang akan dibagikan kepada masyarakat.

Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) di Jalan Gajah Raya, Kota Semarang, juga mengikuti langkah ini pada perayaan Iduladha 1445 Hijriah.

Humas MAJT, Benny Arief Hidayat, menyatakan bahwa penggunaan wadah non-plastik telah diterapkan sejak pertama kali masjid ini didirikan.

"Sejak awal diterapkan, artinya tidak hanya plastik. Sebagian besar kami menggunakan wadah dari besek," kata Benny pada Selasa (18/6/2024).

Walaupun belum sepenuhnya beralih ke wadah non-plastik, Benny menegaskan bahwa MAJT mendukung gerakan ramah lingkungan dengan sebagian besar menggunakan besek.

"Kami mendukung gerakan non-plastik untuk ramah lingkungan," ujarnya.

Ketua Panitia Kurban MAJT, H Isdiyanto Isman SIP, mengungkapkan bahwa penyembelihan hewan kurban di MAJT berjalan lancar sesuai target waktu. Pada Iduladha tahun ini, MAJT menerima 14 ekor sapi dan 32 kambing.

"Terima kasih kepada para Mudhohi yang telah mempercayakan MAJT menyalurkan daging kurban, semoga menjadi amal baik bagi para Mudhohi," ujar Isdiyanto.

Proses penerimaan hewan kurban, penyembelihan, dan pembagian dilakukan oleh tenaga profesional serta melibatkan instansi yang berwenang untuk mengawasi kesehatan dan kualitas daging kurban.

"Seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap hewan kurban setelah disembelih diperiksa hatinya untuk mengetahui ada tidaknya cacing berbahaya oleh dokter hewan. Kali ini juga sama, semua diawasi dan diperiksa. Alhamdulillah, hewannya baik-baik semua," ungkap Isdiyanto.

Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Semarang, Ahmad Fuad, juga menyebut bahwa pembagian daging kurban telah menggunakan wadah ramah lingkungan.

"Sebagian besar masjid di Kota Semarang telah menerapkan penggunaan wadah non-plastik seperti besek, daun jati, daun pisang, hingga daun lompong. Ini kami mendukung gerakan ramah lingkungan, plastik itu tidak ramah lingkungan karena sulit terurai," kata Ahmad Fuad.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved