Berita Jakarta
Rupiah Terlemah di Asia, BI Pastikan Keseimbangan Supply-Demand di Pasar Valas
Menjelang akhir semester pertama 2024, nilai tukar rupiah masih tertahan di atas Rp 16.400 per dolar AS.
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Menjelang akhir semester pertama 2024, nilai tukar rupiah masih tertahan di atas Rp 16.400 per dolar AS.
Pada Rabu (26/6) siang ini, pukul 12.27 WIB, kurs rupiah spot melemah 0,32 persen ke Rp 16.428 per dolar AS dari posisi kemarin di Rp 16.375 per dolar AS.
Bank Indonesia (BI) menyatakan akan terus memantau pergerakan nilai tukar rupiah dan memastikan keseimbangan supply dan demand di pasar valas.
Pelemahan rupiah ini, menurut BI, sejalan dengan tren pelemahan mata uang di kawasan Asia.
Faktor-faktor yang menyebabkan pelemahan rupiah:
Sinyal dari Federal Reserve AS bahwa mereka tidak akan terburu-buru memangkas suku bunga.
Suku bunga AS yang tinggi dibandingkan Indonesia membuat selisih atawa spread suku bunga AS dan Indonesia masih tipis.
Peningkatan permintaan dolar AS di domestik menjelang akhir bulan, terutama dari korporasi.
Perbandingan Rupiah dengan Mata Uang Asia Lainnya:
Hampir semua mata uang Asia mengalami pelemahan terhadap dolar AS pada siang ini.
Rupiah memimpin pelemahan dengan 0,32 % . Diikuti oleh dolar Taiwan (-0,29 % ), baht Thailand (-0,18 % ), won Korea (-0,15 % ), ringgit Malaysia (-0,12 % ), peso Filipina (-0,11 % ), rupee India (-0,07 % ), yen Jepang (-0,05 % ), yuan China (-0,05 % ), dolar Singapura (-0,04 % ), dan dolar Hong Kong (-0,004 % ).
Indeks Dolar Menguat:
Di sisi lain, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia menguat 0,07 % ke 105,68 dari posisi kemarin di 105,61.
Langkah BI:
BI terus melakukan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar rupiah, seperti intervensi di pasar valas dan mendorong ekspor. BI juga berkoordinasi dengan kementerian/lembaga terkait untuk menjaga stabilitas ekonomi makro.
| Menulis Ulang Indonesia di Tengah Arus Global, Sejarah Kebangsaan sebagai Proyek Peradaban |
|
|---|
| Seusai Bupati Pati Sudewo Diperiksa KPK Terkait Suap Proyek Rel Kereta, Ini Fakta Terbarunya |
|
|---|
| IHSG Hari Ini Naik ke 7.936,17, Saham PGEO dan MBMA Jadi Pendorong Utama |
|
|---|
| Alasan PDIP Copot Bambang Pacul dari Ketua DPD Jawa Tengah, Ini Penjelasannya |
|
|---|
| IHSG Hari Ini Ditutup Melemah, Apa Penyebabnya? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-dollar-as.jpg)