Rabu, 22 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jakarta

Rupiah Terlemah di Asia, BI Pastikan Keseimbangan Supply-Demand di Pasar Valas

Menjelang akhir semester pertama 2024, nilai tukar rupiah masih tertahan di atas Rp 16.400 per dolar AS.

SHUTTERSTOCK Via Kompas.com
Ilustrasi dolar AS 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Menjelang akhir semester pertama 2024, nilai tukar rupiah masih tertahan di atas Rp 16.400 per dolar AS.

Pada Rabu (26/6) siang ini, pukul 12.27 WIB, kurs rupiah spot melemah 0,32 persen ke Rp 16.428 per dolar AS dari posisi kemarin di Rp 16.375 per dolar AS.

Bank Indonesia (BI) menyatakan akan terus memantau pergerakan nilai tukar rupiah dan memastikan keseimbangan supply dan demand di pasar valas.

Pelemahan rupiah ini, menurut BI, sejalan dengan tren pelemahan mata uang di kawasan Asia.

Faktor-faktor yang menyebabkan pelemahan rupiah:

Sinyal dari Federal Reserve AS bahwa mereka tidak akan terburu-buru memangkas suku bunga.

Suku bunga AS yang tinggi dibandingkan Indonesia membuat selisih atawa spread suku bunga AS dan Indonesia masih tipis.

Peningkatan permintaan dolar AS di domestik menjelang akhir bulan, terutama dari korporasi.

Perbandingan Rupiah dengan Mata Uang Asia Lainnya:

Hampir semua mata uang Asia mengalami pelemahan terhadap dolar AS pada siang ini.

Rupiah memimpin pelemahan dengan 0,32 % . Diikuti oleh dolar Taiwan (-0,29 % ), baht Thailand (-0,18 % ), won Korea (-0,15 % ), ringgit Malaysia (-0,12 % ), peso Filipina (-0,11 % ), rupee India (-0,07 % ), yen Jepang (-0,05 % ), yuan China (-0,05 % ), dolar Singapura (-0,04 % ), dan dolar Hong Kong (-0,004 % ).

Indeks Dolar Menguat:

Di sisi lain, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia menguat 0,07 % ke 105,68 dari posisi kemarin di 105,61.

Langkah BI:

BI terus melakukan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar rupiah, seperti intervensi di pasar valas dan mendorong ekspor. BI juga berkoordinasi dengan kementerian/lembaga terkait untuk menjaga stabilitas ekonomi makro.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved