Rabu, 29 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pilkada 2024

Pilwakot Semarang 2024, Mbak Ita vs Yoyok Diprediksi Bersaing Ketat

Melihat perolehan kursi pada pemilihan legislatif lalu, menurut dia, Kota Semarang bisa terbentuk tiga poros dalam pilwakot

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: muslimah
PEMKOT SEMARANG
Mbak Ita vs Yoyok Bersaing Ketat. Foto: Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, CEO PSIS Yoyok Sukawi menghadiri rapat kerja tahunan DPP Panser Biru di Hotel Noormans Semarang, Minggu (8/10/2023) siang. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Peta politik pada Pilwakot Semarang 2024 diprediksi akan ada dua atau tiga poros.

Hal itu disampaikan pengamat politik Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang, Andreas Pandiangan, dalam Forum Group Discussion (FGD) bertajuk 'Membaca Peta Politik Jelang Pilwakot Semarang 2024', yang digelat Fomos, di Hotel Neo, Jumat (28/6).

Melihat perolehan kursi pada pemilihan legislatif lalu, menurut dia, Kota Semarang bisa terbentuk tiga poros dalam pilwakot.

"Kalau saya lihat kalau tidak dua ya tiga (poros-Red). Mungkin kalau untuk calon tunggal agak sulit. Dugaan saya kalau tidak dua ya tiga," katanya.

Baca juga: 2 Nama Paskibra Nasional 2024 Perwakilan Jateng, Asal Sekolah Semarang dan Cilacap

Baca juga: 10 SMA Terbaik se-Semarang Versi Nilai UTBK, Info Daftar PPDB 2024

Prediksinya, poros pertama bakal dipimpin PDI Perjuangan.

Partai berlambang banteng moncong putih itu memiliki kemungkinan besar mengusung petahana Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu.

Kemudian, poros kedua yakni Partai Demokrat yang akan memunculkan sosok CEO PSIS, Yoyok Sukawi.

Poros terakhir, poros Partai Gerindra, meski sejauh ini belum ada sosok internal yang kuat dari Gerindra.

Namun, tokoh eksternal memiliki kemungkinan diusung Gerindra, yaitu Sekda Kota Semarang, Iswar Aminuddin.

Meski demikian, Andres menuturkan, ada juga kemungkinan Pilwakot Semarang hanya ada dua poros koalisi, yakni PDI Perjuangan yang mengusung Mbak Ita sebagai petahana, dan Demokrat yang berkoalisi dengan Gerindra mengusung Yoyok Sukawi.

"Tapi bisa jadi dua, mungkin PDIP dan PKS, lalu Gerindra dengan Demokrat. Tapi, saya melihat lebih cenderung tiga, ini melihat dari jumlah kursi, lalu popularitas tiga pasang, dan tiga nama itu (Mbak Ita, Yoyok, Iswar-Red) potensial," bebernya.

Andreas menyebut, peta koalisi politik di Kota Semarang juga akan melihat atau mempertimbangkan koalisi di tingkat Jateng, di mana partai akan mengambil risiko yang paling kecil.

"Idealnya, pola koalisi di provinsi tidak jauh beda dengan di kota. Di Semarang pemilihnya besar. Kalau (koalisi-Red) sama, akan lebih gampang. Beda koalisi provinsi dan kota kemungkinan tidak akan terjadi. Akan sama," tukasnya.

Sementara, berdasarkan hasil survei INDO RISET Strategis, yang dipaparkan peniliti Galih Pramilu Bakti, mengungkap, elektabilitas incumbent Mbak Ita masih di atas Yoyok Sukawi dengan selisih 6,7 persen.

“Secara spontan, sebanyak 33,5 persen responden akan memilih Mbak Ita, sebanyak 26,8 persen akan memilih Yoyok Sukawi, dan 10,3 persen akan memilih Ade Bhakti. Masih ada 23,7 persen belum menentukan pilihan atau tidak menjawab,” tuturnya, dalam FGD tersebut.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved