Liputan Khusus
Kala Biaya Kuliah di PTS Lebih Murah Dibanding PTN Jalur Mandiri
Sebagian besar calon mahasiswa baru sudah mendapat kampus negeri sesuai yang diidam-idamkan. Baik melalui jalur seleksi nasional berdasar prestasi (SN
Mahasiswa Teknik Komputer angkatan 2023 Undip, Aqila Niam Faza bercerita, bercerita UKT setiap mahasiswa berbeda-beda. Dirinya tergolong paling mahal yakni Rp 9,5 juta per semester. Sedangkan untuk uang gedung jalur UM yang dilaluinya mengeluarkan biaya 45 juta belum termasuk uang pendaftaran.
Tidak Naik
Rektor Undip, Prof. Dr. Suharnomo, SE, MSi, menegaskan sejak awal telah menyatakan diri tidak menaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT). Ia juga tidak merasa kaget saat Pemerintah membatalkan kenaikan UKT di universitas negeri tahun 2024.
Pembatalan kenaikan UKT 2024 karena banyaknya penolakan akibat naik terlalu tinggi.
"Terlambat sih karena Undip sudah mengumumkan itu 29 April ketika saya dilantik. Kita sudah lebih dulu menyatakan UKT tidak naik, uang Iuran Pengembangan Institusi juga tidak naik. Cuma Undip yang berani begitu," kata Rektor Undip.
Kampus Swasta
Ada beberapa kampus swasta di Semarang atau Jawa Tengah yang mempunyai peringkat bagus di level nasional. Sebut saja Unika Soegijapranata, UKSW Salatiga, UMS Solo, Udinus, USM, Unissula, Untag, Unwahas, Unimus, dan lain-lain.
Kampus-kampus swasta tersebut telah memiliki ribuan mahasiswa dan banyak meluluskan alumni. Selain itu, banyak jurusan di kampus swasta tersebut sudah menyandang akreditasi unggul atau A.
Dan zaman sekarang biaya kuliah di kampus swasta hampir sama dengan di PTN. Bahkan bila dibandingkan kuliah di negeri melalui jalur Mandiri maka kuliah di PTS lebih terjangkau.
Sebut saja Unika Soegijapranata atau sekarang dikenal sebagai Soegijapranata Catholic University (SCU). Rektor Unika Soegijapranata, Ferdinandus Hindarto menegaskan kampusnya memberikan solusi untuk meringankan biaya kuliah calon mahasiswa baru.
Tanpa Uang Gedung
Mulai tahun 2023 Unika Soegijapranata merubah skema pembayaran mahasiswa. Jika dulu mahasiswa baru dikenakan uang gedung, uang kuliah tetap, uang SKS. Sekarang biaya-biaya itu sudah dihilangkan dan diganti menjadi Biaya Kuliah Semester (BKS).
"Jadi sudah tidak pakai uang gedung lagi, tidak ada uang kuliah pokok. Sekarang semua dijadikan satu dan kami bagi delapan semester. Jadi semua pengeluaran sampai wisuda sudah ada di situ," terang Pak Ferdi panggilan akrabnya, kepada Tribun Jateng, Senin (8/7/2024).
Lanjutnya, mahasiswa per semester dikenakan BKS kisaran Rp 10 juta hingga Rp 15 juta. Biaya itu sudah termasuk mengangsur uang gedung. Tak hanya itu pihaknya juga membuka beasiswa dengan prestasi maupun nilai rapot.
"Jadi masih lebih murah ketimbang UKT PTN jalur mandiri. Makannya kami plot 8 semester. Kalau ada yang lulus 7 semester dapat diskon. Mahasiswa diuntungkan. Jadi ini berlaku untuk fakultas non kedokteran," ujarnya.
| 439 Desa Wisata di Jawa Tengah Tidak Berkembang, Ini Penyebabnya |
|
|---|
| Kenapa Kanker Serviks Membahayakan? Ahli Kanker Sarankan Wanita Telah Menikah Rutin Skrining Berkala |
|
|---|
| Liputan Khusus: Kanker Serviks Bisa Dicegah dengan Vaksin HPV |
|
|---|
| Ada 1.508 Kasus Kanker Serviks Tahun 2024 di Jateng, Ini Upaya Pencegahan Oleh Pemprov |
|
|---|
| LIPUTAN KHUSUS : Kanker Serviks Ancam Kaum Hawa, Ada 1.508 Kasus Kanker Serviks Tahun 2024 di Jateng |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrupiah.jpg)