Berita Semarang
Agusti Edo Setiawan Tewas Dikeroyok Teman Tongkrongan, Ternyata Curi 2 HP Pelaku
Polisi telah meringkus lima tersangka kasus pengeroyokan terhadap seorang pemuda bernama Agusti Edo Setiawan (22) wargaTandang
Penulis: iwan Arifianto | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Polisi telah meringkus lima tersangka kasus pengeroyokan terhadap seorang pemuda bernama Agusti Edo Setiawan (22) wargaTandang, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang.
Kelima tersangka meliputi Tio Aji Bimasakti Hidayat (28), Guntur Prahwana TP (23), Agus Sugiyanto (24), Wahyu Kurniawan (24), Muhamad Nur K (18).
Kelima tersangka mengaku, melakukan pengeroyokan lantaran dipicu rasa kesal yang mereka alami selepas diduga korban melakukan pencurian dua handphone milik di antara para tersangka.
“Sebelum kejadian pengeroyokan, handphone saya Oppo A16 hilang di mess kantor koperasi tempat saya kerja.
Ketika itulah saya curiga lihat gerak-gerik korban mencurigakan, setelah saya cek ternyata handphone itu ada di celana korban,” ujar tersangka Tio Aji Bimasakti Hidayat (28) di Mapolrestabes Semarang, Jumat (12/7/2024).
Kejadian pencurian yang diklaim para tersangka diduga dilakukan oleh korban terjadi di sebuah mess kantor Koperasi di wilayah Pedurungan,Sabtu (6/7/2024).
Selang sehari kemudian, tersangka Guntur juga mengaku hal yang sama handphonenya hilang dan menuduh korban mencurinya.
Oleh karena itu, Guntur lantas memberitahukan ke para tersangka lainnya yang akhirnya mereka sepakat menjemput korban ke rumahnya menggunakan mobil Avanza pelat H1558AF untuk membawa korban ke tempat sepi yakni dekat Krematorium Jalan Tlompak, Tembalang.
Di tempat itulah, korban dipukuli berulang kali oleh keempat tersangka kecuali tersangka M Nur.
Sewaktu dikeroyok, satu tersangka Tio sempat merekamnya dengan kamera handphone.
“Saya ambil gambar tujuannya buat bukti bahwa korban benar ambil handphone aku sama Guntur,” jelas Tio.
Tersangka Guntur mengklaim, korban sempat mengaku telah mencurinya handphonnya sebelum dipukuli.
Pengakuan korban didengarnya ketika berbicara di dekat mobil.
“Saya sempat tanya korban di mana handphone saya, korban bilang akhir bulan bakal ganti. Secara seponta tiba-tiba mas Agus memukul korban disusul kami,” tuturnya.
Dia pun mengakui bahwa korban adalah teman semasa kecilnya sedangkan tersangka Tio menyebut baru kenal dengan korban ketika dugaan pencurian terjadi.
| Berawal Dari Gunting dan Kertas, Siswa Semarang Mengurai Makna Utang Negara |
|
|---|
| Tampang Jukir Kota Lama Semarang Ngepruk Wisatawan Rp40 Ribu, Tak Ditahan Polisi Cuma Dibina |
|
|---|
| Tampang Susanto, Jukir Liar yang Minta Parkir Rp40 Ribu di Kota Lama Semarang Ternyata Eks Satpam |
|
|---|
| Agustina Akui Ada Kekeliruan Tata Ruang di Silayur Semarang |
|
|---|
| Kisah Supriyatun, Penjual Nasi Rames di Semarang Berangkat Haji dari Hasil Nabung Rp10 Ribu Sehari |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Lima-tersangka-pengeroyokan-di-Tandang.jpg)