Berita Pati
Petani Garam di Pati Keluhkan Harga Garam yang Terus Merosot
Petani garam di Desa Bumimulyo, Kecamatan Batangan, Jiyo (50), mengeluhkan harga garam yang terus menurun dan kini telah menyentuh Rp 500
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM, PATI – Para petani garam di Kabupaten Pati diterpa kesulitan akibat harga garam yang terus merosot.
Petani garam di Desa Bumimulyo, Kecamatan Batangan, Jiyo (50), mengeluhkan harga garam yang terus menurun dan kini telah menyentuh Rp 500 hingga Rp 650 per kilogram tergantung kualitasnya.
“Harga garam memang tidak bisa (stabil), tergantung iklim dan fluktuasi pasar. Walaupun Bulog atau apa mengendalikan harganya,” kata dia, Selasa (30/7/2024).
Jiyo mengatakan, awal Juni harga garam masih Rp 1.000 per kilogram.
Kemudian harga terus menurun secara gradual.
Dia memperkirakan harga garam akan terus merosot hingga Agustus mendatang.
Sebab, bulan tersebut merupakan puncak masa produksi garam di wilayah Pantura.
“Kalau tahun ini awalnya Rp 1.000. Kemudian turun Rp 50 tiap seminggu, sampai sekarang harganya Rp 650 per kilogram untuk uang KW 1 (kualitas terbaik). Kalau kemarau ini panjang, bisa sampai Rp 400 per kilogram,” tutur dia.
Jiyo menambahkan, untuk modal memproduksi garam, pihaknya mengeluarkan modal setidaknya Rp 3 juta per petak.
“Per petak Rp 3 jutaan rata-rata. Itu satu petak, kalau lima petak ya Rp 15 juta,” kata dia.
Petani garam asal Desa Ketitang Wetan, Kecamatan Batangan, Agus Sulistiyo (33), mengalami kondisi serupa.
Harga garam memang terus merosot.
“Awalnya Rp 900, turun terus-menerus," ucap dia. (mzk)
Baca juga: OJK Terus Kaji Program Asuransi Wajib untuk Kendaraan, Gaikindo Minta Penundaan
Baca juga: Bapperida Kabupaten Semarang Catat Dominasi Pekerjaan Buruh Serabutan
Baca juga: Klarifikasi Klinik WSJ Terkait Kematian Selebgram Ella Setelah Sedot Lemak
Baca juga: Merawat Tradisi Masyarakat Krapyak, 3.000 Porsi Bubur Suro Dibagikan Gratis
| Viral Outing Class Siswa Harus Bayar Rp1,8 Juta, Kepala SMPN 1 Tayu Pati Bungkam Usai Dicecar DPRD |
|
|---|
| Buntut Outing Class ke Bali Rp1,8 Juta Harus Lunas Dalam 1 Minggu, Kepsek SMPN 1 Tayu Dipanggil DPRD |
|
|---|
| Dua Residivis Narkoba Kembali Ditangkap di Pati, Ngaku Dapat Sabu dari Napi Lapas Kedungpane |
|
|---|
| Terungkap 64 Laporan Dugaan Korupsi di Pati, KPK Langsung Turun Tangani, Ini Sektor Paling Rawan |
|
|---|
| Pegawai Pemkab Pati Justru Asyik Menyimak Ponsel saat Sosialisasi KPK, Eko: Astaghfirullah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Jiyo-petani-garam.jpg)