Setelah Viral, Ketua RT Batal Minta Iuran Rp 140 Juta dari SMP 3 Petra Surabaya
Ketua RW yang meminta iuran Rp 140 Juta per bulan ke SMP 3 Petra Surabaya, kini meminta damai.
Penulis: Puspita Dewi | Editor: galih permadi
Setelah Viral, Ketua RT Batal Minta Iuran Rp 140 Juta dari SMP 3 Petra
TRIBUNJATENG.COM- Ketua RW yang meminta iuran Rp 140 Juta per bulan ke SMP 3 Petra Surabaya, kini meminta damai.
Sebelumnya, viral di media sosial, blokade yang dilakukan warga terhadap SMP Petra, Surabaya, Jawa Timur.
Gara-garanya, SMP 3 Petra menolak bayar iuran RW sebesar 140 juta.
Warga menutup akses ke SMP Petra karena menurut mereka sekolah itu membuat jalanan sekitarnya macet.
Padahal, kata pihak sekolah, jalanan yang ditutup itu adalah jalanan umum.
Selain itu, pihak sekolah juga menolak bayar iuran RW yang naik nilainya dari Rp 25 juta menjadi Rp 32 juta masing-masing ke 4 RW.
Minta Damai
Pihak RW menyampaikan, agar tidak menjadi fitnah, mulai sekarang mereka tidak mau menerima uang iuran dari Petra. Sementara iuran bulanan dari Petra, akan diserahkan langsung ke kelurahan setempat,” ungkap Eri.
Iuran senilai Rp32 juta itu, sebenarnya digunakan untuk menggaji satpam setempat guna keamanan. Sementara sisanya, digunakan untuk kebutuhan lain yang berkaitan dengan kenyamanan lingkungan seperti, pembersihan saluran, dan eceng gondok.
Karena heboh, pihak Petra sepakat untuk menjalankan pembersihan itu sendirian, tanpa melibatkan warga, sebagai bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR).
Sementara itu, Lilik Aljufri Ketua RW 4 Perumahan Tompotika mengaku bahwa pihaknya menginginkan hasil terbaik dari permasalahan ini.
“Karena warga dan Petra ini sudah berjalan bersama, bukan satu atau dua tahun, melainkan 40 tahun. Jadi, jika keputusan sudah ditentukan dan menjadi terbaik untuk kedua belah pihak, kami menerima,” tuturnya.
Lalu berapa biaya SMP Petra?
Untuk SPP bulanan SMP Petra sendiri adalah:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/SMP-petra-vs-RW.jpg)