Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jepara

Krisis Air Bersih Parah! Warga Kedungmalang Jepara Bertahan Hidup dengan 1 Drum Air untuk 3 Hari

Desa Kedungmalang, Jepara, kembali dilanda krisis air bersih yang parah. Warga terpaksa mengantri air dan hidup dengan jatah 1 drum untuk 3 hari.

Penulis: Tito Isna Utama | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tito Isna Utama
Warga mengantri air bersih di Desa Kedungmalang, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara. 

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA – Desa Kedungmalang, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, menjadi langganan kekeringan dan kekurangan air bersih setiap kali musim kemarau tiba. Warga desa ini, seperti Emi Ratnasari (43), harus rela mengantri untuk mendapatkan air bersih guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Emi, yang tinggal di Kedungmalang RT 5 RW 3, telah menyiapkan puluhan galon bekas untuk menyimpan air bersih yang sulit didapatkan selama musim kemarau. Galon-galon tersebut tertata rapi di depan rumahnya sebagai penanda bahwa desa ini sedang mengalami kekurangan air bersih.

"Kondisi ini sudah terjadi sekitar lima tahun terakhir, terutama sejak banyak rumah baru didirikan di Desa Kedungmalang. Akibatnya, air dari Perumda Tirta Jungporo semakin sulit mengalir," ujar Emi.

Baca juga: Permintaan Meningkat, PMI Pati Distribusikan 100 Tangki Air Bersih ke Desa-Desa Terdampak Kekeringan

Kekurangan air di Desa Kedungmalang tidak hanya terjadi pada musim kemarau, tetapi juga sering terjadi pada musim penghujan. Emi dan ratusan warga lainnya terpaksa bergantung pada kiriman air dari truk tangki Perumda Tirta Jungporo yang datang setiap 2-3 hari sekali. Setiap kali pengiriman, Emi biasanya mendapat jatah 3-4 drum air, dengan biaya Rp 3-4 ribu per drum.

Air yang diperoleh dari kiriman truk tangki hanya cukup untuk kebutuhan mencuci dan mandi. Untuk kebutuhan memasak dan minum, Emi harus membeli air galon dengan harga Rp 7 ribu per galon, yang ia hemat agar cukup untuk satu hari.

Senada dengan Emi, Bukhori (60), warga Desa Kedungmalang lainnya, juga mengeluhkan sulitnya mendapatkan air bersih. Selama sepuluh hari terakhir, air dari Perumda Tirta Jungporo tidak mengalir, dan jatah air yang diterimanya berkurang menjadi satu drum untuk tiga hari.

"Tadinya masih dapat dua drum buat dua hari. Sekarang tiga hari cuma dapat satu drum. Kondisi dekat pantai, air cuma satu drum itu bisa buat apa?" ujar Bukhori.

Warga Desa Kedungmalang berharap agar Pemerintah Kabupaten Jepara dapat segera mencarikan solusi atas kondisi krisis air bersih yang mereka alami.

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved