Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pilkada 2024

Akar Rumput PPP Jepara Tolak Rekomendasi DPP Usung Pasangan Wiwit-Hajar

Keputusan DPP PPP yang memberikan rekomendasi pencalonan bakal cabup-cawabup kepada pasangan Witiarso Utomo atau Mas Wiwit-Muhammad Ibnu Hajar atau Gu

Penulis: Tito Isna Utama | Editor: m nur huda
Ist
Surat rekomendasi dari DPP PPP untuk pencalonan Witiarso Utomo - M Ibnu Hajar di Pilkada Jepara 2024. 

TRIBUNAJTENG.COM, JEPARA - Keputusan DPP PPP yang memberikan rekomendasi pencalonan bakal cabup-cawabup kepada pasangan Witiarso Utomo atau Mas Wiwit-Muhammad Ibnu Hajar atau Gus Hajar, membuat kader akar rumput PPP Jepara mengernyitkan dahi.

Pasalnya, sebagai pemenang pemilu, kader PPP Jepara merasa tidak semestinya rekomendasi diberikan kepada non-kader dan kader yang sebelumnya tidak mereka rasakan kontribusinya untuk PPP di Jepara.

"Saya sangat menyayangkan keputusan DPP yang tidak mengindahkan suara kader di bawah (akar rumput-Red). Kami sebagai kader PPP Jepara yang turut membesarkan partai dengan darah dan keringat merasa terkhianati dengan keputusan yang seolah-olah menjual perahu PPP ini kepada orang luar yang tidak pernah ikut membesarkan PPP Jepara," kata Nyai Hj Tahayyun Nihayah, kader senior PPP Jepara.

Terpisah, Ketua PAC PPP Batealit Wawan menyayangkan keputusan DPP yang justru menolak memajukan kader muda potensial PPP, Jadug Trimulyo Ainul Amri, yang sudah berjuang bersama-sama dengan akar rumput PPP Jepara, baik saat pileg 2024 lalu hingga saat ini.

"Kami punya Mas Jadug sebagai kader muda yang kami rasa potensial, dan sudah sejak lama kami rasakan komitmennya dalam membesarkan PPP Jepara. Namun elit DPP PPP justru mengkhianati suara akar rumput dengan memberikan rekomendasi pada orang yang tidak kami rasakan kontribusinya untuk partai. Hal ini sungguh memalukan bagi partai pemenang pemilu di Jepara," tukasnya.

Sementara, Ketua DPC PPP Jepara, Masykuri menuturkan, suara akar rumput menginginkan agar rekomendasi dari DPP PPP untuk Pilkada Jepara jatuh kepada orang internal partai alias kader sendiri. 

"Kami di Jepara inginnya bagaimanapun rekomendasi harus jatuh ke kader sendiri, bukan sosok dari luar," ucapnya.

Akibat dari keputusan elit DPP PPP, sebagian besar kader PPP Jepara berencana mendeklarasikan keengganannya dalam menggerakkan mesin partai pada kontestasi Pilkada Jepara 2024.

Keputusan itu juga diklaim telah mendapatkan restu para masyayikh dan kiai-kiai Jepara untuk mewujudkan pengelolaan partai yang sehat dan mengedepankan meritokrasi.

Adapun, Ketua Desk Pilkada, DPC PPP Jepara, Agus Sutisna menyatakan, pihaknya akan menerima lapang dada hasil keputusan rekomendasi dari DPP yang diberikan kepada pasangan Wiwit-Hajar.

Menurutnya, setiap kader partai harus tetap tegak lurus atas keputusan yang telah dikeluarkan oleh partai. 

"Pertama, saya sebagai kader harus tegak lurus keputusan partai," ujarnya, kepada Tribunjateng, Rabu (21/8).

Ia menilai, rekomendasi yang diberikan kepada pasangan Wiwit-Hajar itu pasti sudah dipertimbangkan oleh partai. Dengan adanya keputusan itu, sebagai kader yang berada di daerah harus mendukung dan bersinergi untuk memenangkan pilkada.

"Yang sudah direkom itu salah satunya kader kami, calon wakil bupatinya, tentu kami berupaya. Setelah rapat konsolidasi, kami berupaya siapapun yang diusung partai harus kami menangkan, tentu kami bersinergi dan kolaborasi program dengan pasangan calon untuk bisa menyuarakan yang bisa diperjuangkan," tandasnya. (ito/tribun jateng cetak)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved