Selasa, 7 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Nasional

152 Kilogram Emas Hilang, Pejabat Antam Kaget Dengar Pengakuan Anak Buah

Andik mengaku kaget ketika mendapat laporan sekitar 152 kilogram emas perusahaan di Butik Emas Logam Mulia (BELM) Surabaya 01 hilang.

TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Ilustrasi emas Antam 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Mantan pejabat PT Aneka Tambang (Antam) Andik Julianto diperiksa sebagai saksi sidang kasus korupsi manipulasi pembelian emas Antam dalam kapasitasnya sebagai mantan Vice President (VP) Operation Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia (UBPP LM) Pulogadung PT Antam, Selasa (17/9/2024).

Andik Julianto mengaku kaget ketika mendapat laporan sekitar 152 kilogram emas perusahaan di Butik Emas Logam Mulia (BELM) Surabaya 01 hilang.

Mulanya, Andik mengatakan pada penghujung Desember 2018, ia dipanggil oleh general Manager (GM) PT Antam.

Baca juga: Kasus Korupsi Emas Antam, Crazy Rich Surabaya Budi Said Didakwa Rugikan Negara Rp1,1 Triliun

Di ruangan itu sudah ada Vice President Precious Metal Sales & Marketing, Yosep Purnama.

“Kemudian diberikan kabar bahwa kita ada kabar buruk, saya tanya, ‘apa itu pak? ‘Kita kehilangan emas 100 kilogram’.

Awalnya begitu. Nah Saya agak terkejut juga karena khawatir,” kata Andik di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Selasa (17/9/2024).

Andik lantas mengulik bagaimana satu kwintal emas itu bisa lenyap.

Padahal, ia sempat meminta agar stok emas di butik Surabaya dikembalikan ke Pulogadung untuk memenuhi stok.

Menurut Andik, dalam pertemuan itu GM PT Antam berpikir satu kwintal lebih emas hilang karena mengacu pada laporan General Trading and Manufacturing Service PT Antam Pulogadung, Ahmad Purwanto.

Merasa tidak puas dengan laporan dan informasi yang didapatkan, Andik kemudian meminta Purwanto dihadirkan dalam pertemuan tersebut.

Mereka pun mencecar Purwanto dan mendengarkan jawaban yang tidak konsisten.

Andik kemudian menduga terjadi fraud atau kecurangan.

“Langsung saya tembak saja, 'kamu dapat berapa?' ke Pak Ahmad Purwanto.

Beliau menjawab jujur, ‘dapat Rp 150 juta’.

Dari situ Pak GM langsung kaget,” ujar Andik.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved