Jumat, 24 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Pembangunan SDM Berkualitas: Tantangan di Balik Integrasi Kesehatan dan Pendidikan Vokasi

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Nunung Nury

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: m nur huda
ist
Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Nunung Nuryartono memberikan paparan pada Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) bertema ‘10 Tahun Bersinergi Membangun SDM Nasional’ secara daring, Selasa (17/9/2024). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Nunung Nuryartono menyebutkan masih ada tantangan bagi pemerintah Indonesia dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

"Pembangunan SDM yang efektif memerlukan pendekatan yang mencakup semua fase kehidupan, namun tantangan dalam implementasinya masih besar," ungkap Nunung pada Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) bertema ‘10 Tahun Bersinergi Membangun SDM Nasional’ secara daring, Selasa (17/9/2024).

Dijelaskan, satu di antara tantangan utama yang dihadapi adalah memastikan lulusan pendidikan vokasi siap untuk memasuki pasar kerja yang berubah dengan cepat.

Kemenko PMK mencatat perlunya sistem informasi ketenagakerjaan yang efisien untuk menghubungkan penyedia pendidikan vokasi dengan sektor industri.

"Sekolah vokasi yang kami rencanakan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) harus mampu menyuplai tenaga kerja terampil yang sesuai dengan kebutuhan industri, tetapi ini bukanlah tugas yang mudah," terangnya.

Di sisi kesehatan, meskipun disebutkan angka stunting menunjukkan penurunan, tantangan dalam memberikan perlindungan sosial yang efektif tetap ada.

Ia menjelaskan, BPJS Kesehatan telah mencakup 98,16 persen populasi. Ia menekankan agar bagaimana memastikan program ini berjalan tanpa tumpang tindih dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat masih menjadi pekerjaan rumah.

"Kami terus memperbaiki mekanisme agar setiap program perlindungan sosial dapat berjalan efektif," ujar Nunung.

Kendala dalam pengintegrasian sektor kesehatan dan pendidikan juga dinilai memerlukan perhatian lebih. Tanpa kerja sama yang solid antara kedua sektor, tujuan untuk menciptakan SDM yang sehat dan terdidik bisa terancam.

"Kolaborasi yang lebih baik antara sektor pendidikan dan kesehatan sangat penting untuk memastikan bahwa setiap individu mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan untuk berkembang," jelasnya.

Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, menyampaikan Kemenkes telah mencanangkan enam pilar transformasi kesehatan menghadapi tantangan kesehatan ke depan; yakni transformasi layanan primer, rujukan, ketahanan kesehatan, pembiayaan kesehatan, SDM kesehatan dan teknologi kesehatan.  

Menurutnya, pemerintah juga berkomitmen untuk menurunkan angka stunting sebagai upaya jangka panjang membangun generasi yang sehat dan cerdas. Ia menyebutkan bahwa sejak 2013, angka stunting berhasil diturunkan dari 37 persen menjadi 21,5 persen pada 2023.

Meski begitu, tantangan besar masih ada, terutama dalam mencapai target stunting di bawah 20 persen sesuai standar WHO. Dante optimistis bahwa dengan intervensi tepat sasaran, target penurunan stunting dapat tercapai dalam beberapa tahun mendatang​.

“Penurunan angka stunting ini menjadi prioritas karena berkaitan langsung dengan perkembangan otak dan fisik anak. Pemerintah terus memperbaiki akses gizi yang lebih baik, memperluas layanan kesehatan ibu dan anak, serta memastikan posyandu dan puskesmas dapat menjalankan fungsinya dengan optimal,” jelas dia.

Adapun di sisi itu, Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek, Suharti menjelaskan perbaikan sistem pendidikan menjadi lebih adaptif dan berkeadilan sangat penting dilakukan dalam satu dekade terakhir.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved