Jumat, 8 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pilkada 2024

Perang Batu di Pengundian Nomor Urut Pilkada Pekalongan, Mobil Fadia-Sukirman Jadi Sasaran

Perang batu dan bambu terjadi saat pendukung kedua calon bupati dan calon wakil bupati di Kabupaten Pekalongan terlibat bentrokan hebat pada saat acar

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: m nur huda

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Perang batu dan bambu terjadi saat pendukung kedua calon bupati dan calon wakil bupati di Kabupaten Pekalongan terlibat bentrokan hebat pada saat acara pengundian nomor urut Pilkada 2024, di kantor KPU Kabupaten Pekalongan, Senin (23/9/2024).


Dalam pantauan Tribunjateng.com, sebelum terjadi pernah batu terjadi keributan terkait pendukung Riswadi-Amin tiba di lokasi.


Suara knalpot brong yang bising, serta  banyak menambah ketegangan, dan tidak ada tindakan tegas dari aparat keamanan yang saat itu berjaga.

Perang batu dan bambu terjadi saat pendukung kedua calon bupati dan calon wakil bupati di Kabupaten Pekalongan terlibat bentrokan hebat pada saat acara pengundian nomor urut Pilkada 2024, di kantor KPU Kabupaten Pekalongan, Senin (23/9/2024).
Perang batu dan bambu terjadi saat pendukung kedua calon bupati dan calon wakil bupati di Kabupaten Pekalongan terlibat bentrokan hebat pada saat acara pengundian nomor urut Pilkada 2024, di kantor KPU Kabupaten Pekalongan, Senin (23/9/2024). (Tribun Jateng/ Indra Dwi Purnomo)


Sebanyak 5 kali terjadi keributan, sebelum perang batu terjadi di area depan halaman KPU Kabupaten Pekalongan.


Memang pada saat pengundian nomor urut, halaman KPU tidak steril sehingga kedua pendukung kumpul di lokasi.


Puncaknya terjadi ketika pasangan calon bupati petahana, Fadia Arafiq-Sukirman, tiba di depan KPU. Situasi yang tadinya hanya perang kata, berubah menjadi adu fisik, di mana kedua kubu pendukung terlibat saling lempar batu.


Kaca mobil yang ditumpangi Fadia-Sukirman pecah akibat terkena lemparan batu, dan bambu dari arah kerumunan.


Meski begitu, Fadia-Sukirman dan timnya berhasil dievakuasi dari tempat kejadian oleh tim keamanan, meski insiden tersebut menimbulkan kekhawatiran serius terkait jalannya Pilkada mendatang.


Riswadi-Amin, tiba di kantor KPU menggunakan motor pcx merah sekitar pukul 14.50 WIB, sedangkan Fadia-Sukirman tiba di kantor KPU 15.50 WIB. 


Ani penjual minuman keliling mengatakan, bentrokan ini sudah terlihat akan terjadi sejak awal dan sangat mencekam sekali.


"Tadi saat pendukung dari Fadia-Sukirman masih lancar, dan tidak ada knalpot brong."


"Kemudian saat pendukung Riswadi-Amin datang, suara knalpot brong berbunyi keras sekali. Kemungkinan memancing dari pendukung Fadia-Sukirman," katanya.


Ia menceritakan, TNI dan Polisi berhasil melerai, akan tetapi keributan terus terjadi," katanya.


Kapolres Pekalongan AKBP Doni Prakoso ketika dikonfirmasi terkait kericuhan belum memberikan keterangan.


Sementara itu, pihak KPU Kabupaten Pekalongan belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden ini. (Dro)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved