Rabu, 3 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Karanganyar

IAI Karanganyar Ajak Masyarakat Buang Sampah Obat Secara Benar

Gerakan buang sampah obat dilakukan dalam rangka mengantisipasi adanya potensi penyalahgunaan obat ilegal dan dampak buruk terhadap lingkungan.

Tayang:
Penulis: Agus Iswadi | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/AGUS ISWADI
Apoteker melayani pengunjung yang membeli obat di apotek Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar, Kamis (10/10/2024). 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Pengurus Cabang (PC) Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kabupaten Karanganyar berkolaborasi dengan pemilik apotek untuk menyosialisasikan pentingnya membuang sampah obat secara benar.

Gerakan buang sampah obat tersebut dilakukan dalam rangka mengantisipasi adanya potensi penyalahgunaan obat ilegal dan dampak buruk terhadap lingkungan apabila sampah obat dibuang sembarangan.

Ketua PC IAI Kabupaten Karanganyar, Agus Purnomo menyampaikan, melalui program ini masyarakat dapat membuang sampah obat ke dalam kotak yang disediakan di apotek-apotek di Kabupaten Karanganyar.

Baca juga: Pemkab Karanganyar Sabet 2 Penghargaan Pelayanan Publik Dari Kemenpan RB

Baca juga: Kapolres Karanganyar Berharap Tokoh Agama Jadi Mitra Ciptakan Situasi Kamtibmas Selama Pilkada 2024

Menurutnya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan masyarakat terkait obat seperti obat kadaluarsa serta obat yang sudah tidak terpakai.

Pihaknya mengkhawatirkan, apabila sampah obat itu dibuang sembarangan dapat berdampak buruk terhadap lingkungan serta dapat disalahgunakan orang yang tidak bertanggung jawab.

"Ada 150 apotek di Kabupaten Karanganyar yang ikut dalam gerakan ini."

"Masyarakat bisa membuang sampah obat di apotek untuk nantinya dikumpulkan dan dimusnahkan bersama Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM)," katanya kepada Tribunjateng.com, Kamis (10/10/2024).

Dia menuturkan, program awal ini berlangsung hingga 15 Oktober 2024.

Kendati demikian, masyarakat masih bisa membuang sampah obat di apotek setelah batas waktu tersebut.

Pihaknya berharap program ini dapat mengedukasi masyarakat tentang pentingnya membuang sampah obat secara benar.

Agus menerangkan, kesadaran masyarakat dinilai masih kurang lantaran belum maksimalnya sosialisasi tentang pentingnya membuang sampah obat secara benar.

Oleh karena itu, gerakan ini sebagai upaya untuk membentuk kesadaran masyarakat terhadap sampah obat. (*)

Baca juga: Harris Sentraland Semarang Tawarkan Paket Chinese Wedding Mewah Harga Terjangkau

Baca juga: Perbaikan Jembatan Warungasem Dimulai Awal 2025, Pemkab Batang Siapkan Anggaran Rp850 Juta

Baca juga: Pengurus KONI Wonosobo Resmi Dilantik, Khozin: Kami Bakal Fokus Pembinaan Prestasi Atlet

Baca juga: Telah Berjalan 7 Kali, Program Bakso Urat Memperkuat Ikatan Sosial KSR PMI UIN Saizu dan Masyarakat

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved