Berita Korea
Korea Utara AkanTutup Permanen Perbatasan dengan Korsel, Sebut Ada Tentara Korut Tewas di Ukraina
Menteri Pertahanan Korsel, Kim Yong-hyun, pada Selasa (8/10) mengatakan, tentara Korea Utara kemungkinan bertempur di Ukraina
TRIBUNJATENG.COM, PYONGYANG – Menteri Pertahanan Korsel, Kim Yong-hyun, pada Selasa (8/10) mengatakan, tentara Korea Utara kemungkinan bertempur di Ukraina bersama pasukan Rusia.
Beberapa di antaranya diyakini tewas, dan diperkirakan lebih banyak personel akan dikirim.
Media-media Ukraina pada akhir pekan lalu melaporkan, enam prajurit militer Korut tewas dalam serangan rudal Ukraina di wilayah yang diduduki Rusia di dekat Donetsk, pada 3 Oktober.
Kim Yong-hyun kemudian menyampaikan di hadapan parlemen, "Sangat mungkin, dengan mempertimbangkan berbagai keadaan (laporan itu benar). Kami menilai bahwa munculnya korban di antara prajurit Korea Utara di Ukraina sangat mungkin terjadi, dengan mempertimbangkan berbagai keadaan," katanya, dikutip dari kantor berita AFP.
Korea Utara diperkirakan akan mengirim lebih banyak tentara reguler untuk mendukung upaya perang Rusia, tambahnya.
"Isu pengerahan pasukan reguler sangat mungkin terjadi karena kesepakatan bersama yang menyerupai aliansi militer antara Rusia dan Korea Utara," ujar Kim.
Para pakar sejak lama mengatakan, rudal Korea Utara dikerahkan Rusia di Ukraina, tetapi Moskwa dan Pyongyang membantahnya.
Korsel juga mengklaim Pyongyang mengirim ribuan kontainer senjata ke Rusia untuk digunakan di Ukraina.
Pyongyang dan Moskwa menjadi sekutu sejak berdirinya Korea Utara setelah Perang Dunia II, dan semakin dekat sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022.
Tutup perbatasan
Di sisi lain militer Korea Utara, pada Rabu (9/10), mengatakan bahwa akan menutup permanen perbatasan dengan Korea Selatan.
Pyongyang akan memotong jalan dan rel kereta api, yang mungkin suatu hari nanti dapat memfasilitasi rute dari dan ke Korsel.
Meski Korut menyebut rencananya sebagai langkah militer besar, analis menduga itu kelanjutan dari proses yang sudah berlangsung lama.
"Korea Utara menghancurkan beberapa bagian jalur kereta api Donghae Line, tampaknya dengan tujuan memutus sepenuhnya koneksinya dengan Korea Selatan," kata Yang Moo-jin, presiden Universitas Studi Korea Utara di Seoul, kepada AFP.
Akan tetapi, militer Korea Utara mengeklaim, keputusannya adalah tindakan membela diri.
| Korea Air Turun dari Ketinggian karena Sistem Tekanan Udara Bermasalah |
|
|---|
| Kala Anak-anak Muda Korsel Mengaku Siap Perang Jika Diserang Korut |
|
|---|
| Sosok Yannie Kim dan Amelia Tantono, Dua Wanita Indonesia yang Pernah Bermain di Drama Korea. |
|
|---|
| Innalillahi! Pahlawan Devisa TKW Asal Indramayu Tewas Kecelakaan di Korea Selatan |
|
|---|
| Benarkah Kim Sae Ron Diduga Nyetir dalam Keadaan Mabuk? Ini Penjelasan Agensi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Presiden-Rusia-Vladimir-Putin-dan-pemimpin-Korea-Utara-Kim-Jong-Un-memeriksa-landasan.jpg)