Jumat, 17 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

PSIS Hari Ini

Wareng Pentolan Panser Biru Dicecar 23 Pertanyaan Selama 5 Jam di Polrestabes Semarang

Penyidik dari Polrestabes Semarang mencecar pentolan suporter PSIS ini berkaitan dengan sangkaan Pasal 156 dan Pasal 157 tentang ujaran kebencian.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/IWAN ARIFIANTO
Ketua suporter Panser Biru, Kepareng alias Wareng (kaos hitam, paling depan) diiringi suporter mendatangi Polrestabes Semarang untuk memenuhi panggilan penyidik soal laporan dari CEO PSIS Semarang Alamsyah Satyanegara Sukawijaya atau Yoyok Sukawi soal ujaran kebencian, Kamis (31/10/2024). 

Yoyok Sukawi saat ini tengah berkompetisi di Pilwalkot Semarang 2024 sebagai calon Wali Kota Semarang.

“Kami datang ke sini untuk mendukung Pak Wareng yang dipanggil polisi karena dia vokal atas nama suporter PSIS Semarang,” ujar seorang suporter PSIS Semarang, Robi (25).

Sepengetahuan Robi, ketua suporter Wareng dipanggil polisi selepas vokal di media sosial mengkritik CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi.

Pemanggilan itu, bagi dia, sangat tidak berkelas.

“Sekelas CEO dikritik suporter malah berujung dilaporkan ke polisi, tentu tidak berkelas,” terangnya.

Pihaknya miris dan sakit hati atas bentuk pembungkaman suara suporter.

Kendati demikian, pemanggilan oleh polisi tak membuat suporter PSIS Semarang gentar. 

“Kami malah semakin berani,” tutur Robi kepada Tribunjateng.com, Kamis (31/10/2024).

Tak hanya menggeruduk Mapolrestabes Semarang, suporter juga membentangkan beberapa spanduk di seberang Mako.  

Spanduk yang dibentangkan di antaranya bertuliskan “Kami PSIS, bukan PSYS”.

Para suporter PSIS Semarang yang memberikan dukungan terhadap Wareng di tengah pemanggilannya di Mapolrestabes Semarang, Kamis (31/10/2024).
Para suporter PSIS Semarang yang memberikan dukungan terhadap Wareng di tengah pemanggilannya di Mapolrestabes Semarang, Kamis (31/10/2024). (TRIBUN JATENG/IWAN ARIFIANTO)

Baca juga: Jelang Jamu Persebaya, Dua Pemain Andalan PSIS Masih Dapat Hukuman Larangan Main dari Komdis PSSI

Suporter dari Panser Biru, MJ Kun (24) menyebut, unsur suporter wajar mengkritik Yoyok Sukawi karena performa PSIS Semarang saat ini masih underperform di Liga 1 2024-2025.

Kondisi ini kontras dengan kompetisi tahun sebelumnya, yang mana PSIS Semarang mampu bercokol di 10 besar klasemen. 

“Kami datang sebagai bentuk solidaritas kepada Wareng sekaligus kecewa kepada pelapor (CEO PSIS Semarang),” paparnya.

Dia berucap, itu sebagai bentuk kritikan suporter murni tak ada kaitannya dengan politik.

“(CEO PSIS Semarang) ketika sudah tidak bisa menangani klub, lebih baik dijual saja dan fokus ke Pilwalkot Semarang 2024,” ungkapnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved