PGN
Kerja Sama Hebat! PGN dan BPH Migas Pastikan Gas Bumi Merata ke Seluruh Indonesia
PGN berkomitmen mengembangkan jargas rumah tangga dengan target 400.000 sambungan pada 2025, kurangi ketergantungan impor LPG demi stabilitas energi.
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – PT PGN Tbk, selaku Subholding Gas Pertamina, memperkuat komitmennya dalam mengembangkan jaringan gas (jargas) rumah tangga. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah menyediakan substitusi untuk gas LPG tabung melalui jaringan gas bumi. Pemerintah dan PGN memiliki tujuan yang sama, yaitu memperluas jargas ke berbagai wilayah, mendukung pembangunan infrastruktur transmisi dan distribusi gas bumi.
Anggota Komite BPH Migas, Iwan Prasetya Adhi, menjelaskan bahwa pipa transmisi dari Semarang ke Batang sudah rampung dibangun, menyalurkan gas dari sumber seperti JTB dan Jawa Timur. Pemerintah berharap jaringan pipa ini dapat tersambung dari Aceh hingga Jawa Timur sehingga kelebihan gas dari wilayah Aceh atau Jawa Timur dapat dialirkan ke daerah dengan kelangkaan LPG.
“Pak Menteri (ESDM) juga sudah mencanangkan agar Pulau Jawa dimaksimalkan untuk jaringan gas rumah tangga, guna mengurangi ketergantungan LPG impor. Dengan jargas, masyarakat dapat menikmati gas bumi layaknya air PDAM,” ungkap Iwan dalam acara workshop BPH Migas Goes to Campus di Universitas Negeri Semarang (UNNES), Kamis (7/11/2024).
Acara ini juga menjadi ajang edukasi bagi mahasiswa UNNES mengenai peran PGN dalam pemanfaatan gas bumi nasional. Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Harry Budi Sidharta, menegaskan bahwa PGN memainkan peran krusial dalam pengembangan jargas dan selalu berkoordinasi dengan pemerintah untuk setiap tahapnya.
Harry menambahkan bahwa ketergantungan terhadap LPG impor menjadi perhatian serius pemerintah karena beban impor semakin tinggi dan menyebabkan defisit fiskal. Dengan semakin luasnya jargas, diharapkan impor LPG berkurang. “PGN menargetkan untuk menyelesaikan 400.000 Sambungan Rumah (SR) pada 2025 melalui program GasKita yang dimulai sejak 2021,” jelasnya.
Hingga saat ini, secara nasional PGN telah membangun dan mengelola sekitar 820.000 SR untuk jargas rumah tangga, setara dengan 83.000 mton LPG per tahun. Namun, survei PGN menunjukkan bahwa sekitar 56 persen masyarakat masih nyaman menggunakan LPG, sementara 17 % mempertimbangkan harga LPG bersubsidi. Hal ini menjadi tantangan untuk mengalihkan pengguna LPG bersubsidi ke jargas.
Kolaborasi PGN dan BPH Migas terus berjalan erat dalam upaya pengembangan gas bumi nasional, termasuk menjaga ketersediaan dan aksesibilitas gas bumi. PGN berkomitmen memperluas penyaluran gas bumi sebagai alternatif energi yang terjangkau, mendukung pemerintah menuju Indonesia Emas 2045.
| PGN Group Raih Penghargaan PROPER EMAS dan HIJAU 2025, Bukti Konsistensi Inovasi Sosial, Lingkungan |
|
|---|
| Jargas Dipuji Warga Tarakan, Aliran Lancar dan Lebih Hemat |
|
|---|
| Pipa Transmisi Cisem 2 Mulai Dialiri Gas, Dukung Industri dan Investasi |
|
|---|
| PGN Siagakan Satgas RAFI 2026, Jaga Keandalan Layanan Gas Bumi Selama Ramadhan dan Idul Fitri |
|
|---|
| PGN Masuk Jajaran 500 Perusahaan Asia-Pasifik Terbaik Versi Majalah TIME |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/PGN-dan-BPH-Migas-Pastikan-Gas-Bumi-Merata.jpg)