Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

RS Mardi Rahayu Kudus Peringati Hari Stroke Sedunia dengan Senam Serentak dan Cek Kesehatan

Manajemen Rumah Sakit Mardi Rahayu menggelar Peringatan Hari Stroke Sedunia (World Stroke Day) 2024 di Kabupaten Kudus.

Penulis: Saiful Ma sum | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM
Senam tera serentak dalam rangka Peringatan Hari Stroke Sedunia (World Stroke Day) 2024 oleh RS Mardi Rahayu, Minggu (10/11/2024) di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus.  

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Manajemen Rumah Sakit Mardi Rahayu menggelar Peringatan Hari Stroke Sedunia (World Stroke Day) 2024 yang diperingati setiap 29 Oktober dengan beragam kegiatan menggandeng Komunitas Stroke di Kabupaten Kudus

Rangkaian kegiatan dimulai dari lomba film pendek dengan tema Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) tentang stroke, webinar stroke untuk kalangan tenaga medis, tenaga kesehatan, dan tenaga non kesehatan, serta gathering dan senam bersama komunitas stroke pada puncak perayaan World Stroke Day di Kabupaten Kudus, Minggu (10/11/2024) di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus.

Senam bersama yang diikuti 200-an peserta ditutup dengan pemeriksaan kesehatan, meliputi pemeriksaan tekanan darah, gula darah, asam urat dan kadar kolestrol darah. 

Baca juga: Inilah Sosok Resti Wanita Pembunuh Suami yang Kena Stroke, Ternyata Istri Kedua

Disediakan pula doorprize berupa sepeda dan sepeda statis bagi peserta yang beruntung. 

Direktur Utama RS Mardi Rahayu, dokter Pujianto mengatakan, lomba film pendek dengan tema "Germas Stroke" dibuka untuk umum diikuti oleh peserta dari berbagai kalangan. 

Mulai dari penyintas stroke, mahasiswa, hingga pelajar tingkat SMA sederajat.

Kata dia, rangkaian peringatan hari stroke merupakan salah satu wujud kampanye kesehatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya upaya pencegahan, penanganan, perawatan, dan dukungan moril bagi penderita stroke.

Pihaknya berharap, masyarakat lebih menjaga kesehatan diri agar kualitas kesehatan meningkat, jumlah masyarakat yang mengalami serangan stroke pun semakin berkurang. 

Serta penderita stroke dapat mencapai derajat kesehatan yang optimal, meskipun dengan gejala sisa yang ditimbulkan dari penyakit yang dialami.

"Kami berkomitmen memberikan layanan yang cepat dan ramah pada kasus stroke dengan layanan unggulan Penanganan Stroke Terintegrasi. Dengan layanan ini, tim RS Mardi Rahayu siap memberikan jalur khusus (fast track) bagi para penderita stroke akut," terangnya.

Dokter Pujianto menyatakan, dalam penanganan stroke terdapat waktu emas yang perlu dicapai untuk menekan angka kematian dan mengurangi kecacatan selama kurang lebih 4,5 jam. 

Rumah Sakit Mardi Rahayu terus berinovasi melengkapi sarana dan prasarana pendukung layanan stroke, mulai dari ambulans jemputan gawat darurat gratis bagi pasien yang memerlukan rawat inap, tim medis yang handal, peralatan pemeriksaan canggih, ruang rawat inap khusus stroke yang mencukupi, layanan fisioterapi untuk mengembalikan fungsi tubuh pasien, hingga ambulans antar pulang gratis dan layanan homecare.

Dia menjelaskan, setiap tahun ada 2,9 juta penderita stroke baru di Indonesia. Penyakit stroke menjadi penyebab kecacatan nomor satu di dunia. Juga penyebab kematian nomor tiga dunia, dan penyebab kematian nomor satu di Indonesia. 

Tahun ini, Kementerian Kesehatan membuat tema peringatan hari stroke sedunia "Ayo Melangkah Kalahkan Stroke dari Diri Sendiri". Manifestasi upaya pencegahan stroke dengan berbagai langkah dimulai dari diri sendiri dengan slogan CERDIK.

Berarti, (C) cek kesehatan, (E) enyahkan asap rokok, (R) rajin aktivitas fisik, (D) diet seimbang, (I) istiharat cukup, (K) kelola stres bagian dari kehidupan yang harus dihadapi. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved