Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pekalongan

Dinkes Kota Pekalongan Fasilitasi Kelas Parenting Anak Inklusi SKB

Memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-60, Dinas Kesehatan Kota Pekalongan membuka layanan kelas parenting bagi orang tua .

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: rival al manaf
Dokumentasi Kominfo Kota Pekalongan
Dinas Kesehatan Kota Pekalongan membuka layanan kelas parenting bagi orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus (ABK), dan bersekolah di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Pekalongan, Selasa (12/11/2024). 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-60, Dinas Kesehatan Kota Pekalongan membuka layanan kelas parenting bagi orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus (ABK), dan bersekolah di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Pekalongan, Selasa (12/11/2024).


Dengan menghadirkan sejumlah tenaga psikolog, okupasi terapi, dan terapis wicara, para orang tua bisa berkonsultasi secara gratis terkait permasalahan tumbuh kembang putra-putri istimewanya ini.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Tri Nurtiyasih mengungkapkan, kegiatan kelas parenting dalam rangka HKN ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman orang tua dalam memberikan pengasuhan yang baik pada anak terutama bagi anak inklusi.


Mengingat, orangtua menjadi peran penting dalam mendidik anak. Sebab, didalam keluarga tersebut anak anak dibesarkan dengan limpahan kasih sayang yang tulus dari orang tua.


"Keikhlasan dalam mendidik anak juga menjadi hal penting, dimana pengasuhan dari orang tua merupakan pola interaksi antara anak dan orang tua yang meliputi bukan hanya pemenuhan kebutuhan fisik saja, tetapi meliputi kebutuhan psikologis," ucap Tyas, sapaan akrabnya.


Menurutnya, anak-anak inklusi memiliki hak yang sama untuk tumbuh dan berkembang serta memperoleh layanan kesehatan yang memadai, tidak hanya pada anak-anak yang mengenyam pendidikan formal saja.


"Kami memberikan pembekalan kepada orang tua yang memiliki anak-anak inklusi yang bersekolah di SKB ini. Meski anak-anak inklusi ini sudah belajar di SKB, namun waktu mereka juga banyak menghabiskan waktu dengan belajar di rumah bersama orang tuanya."


"Jadi, kami berharap, para orang tua dapat melakukan pendampingan dan pengasuhan yang baik terhadap anak-anak mereka. Kami juga mendorong, kepada puskesmas setempat agar kegiatan screening kesehatan juga bisa menyasar anak-anak inklusi di SKB ini," ujarnya.


Tyas menyebutkan, dalam rangka HKN yang diperingati setiap tanggal 12 November ini, Dinkes Kota Pekalongan mengadakan serangkaian kegiatan menarik diantaranya perlombaan antar tenaga kesehatan, bakti sosial berupa donor darah yang bertempat di RSUD Bendan, kegiatan pengabdian masyarakat di SKB.


Kemudian, ada pemeriksaan gratis dari dokter spesialis bertempat di Puskesmas Kusuma Bangsa, anjangsana ke beberapa senior tenaga kesehatan yang sedang sakit dan membutuhkan dukungan.


Puncak HKN digelar upacara peringatan HKN, serta seminar kesehatan baik yang menyasar masyarakat maupun tenaga kesehatan untuk meningkatkan kapasitas mereka dalam memberikan pelayanan kesehatan di Kota Pekalongan.


"Dalam peringatan HKN ini, semoga masyarakat Kota Pekalongan semakin meningkat derajat kesehatannya, insan kesehatan dapat melayani kesehatan masyarakat dengan sebaik-baiknya," harapannya.


Direktur Rumah Sakit HA Zaky Djunaid, dr Emy Widyarti menuturkan, dalam kegiatan ini turut melibatkan tenaga kesehatan dari psikolog kesehatan, terapi wicara, dan okupasi terapi.


Dimana, terapi wicara ini akan membantu menjawab permasalahan anak-anak inklusi ini agar bisa belajar berbicara, mengucap dan mengeja dengan jelas dan lancar. 


"Okupasi terapi bisa melatih anak-anak motorik halus anak-anak seperti cara memakai baju, berganti pakaian, menulis, menyisir rambut, menggosok gigi dan sebagainya."

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved