Berita Jakarta
Kisah Mary Jane Veloso: Dari Hukuman Mati hingga Harapan Baru
Mary Jane bukan hanya seorang terpidana. Dia adalah potret nyata perempuan miskin yang terperangkap oleh sistem yang seringkali tidak berpihak.
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Mary Jane Veloso, seorang ibu dua anak dari Filipina, kembali menjadi pusat perhatian dunia.
Perempuan yang sebelumnya dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan Indonesia atas tuduhan penyelundupan narkoba pada 2010 ini kini di ambang pemulangan ke negaranya, setelah pemerintah Filipina berhasil melobi kebijakan transfer of prisoner.
Di balik proses ini, terdapat kisah kemanusiaan yang menyentuh hati dan menggugah keadilan.
Korban Kemiskinan dan Perdagangan Manusia
Mary Jane bukan hanya seorang terpidana. Dia adalah potret nyata perempuan miskin yang terperangkap oleh sistem yang seringkali tidak berpihak.
Sebelum tertangkap di Bandara Adisutjipto Yogyakarta pada April 2010 dengan 2,6 kilogram heroin di dalam kopernya, Mary Jane hanyalah seorang pekerja kasar.
Keputusannya menerima tawaran pekerjaan di luar negeri dilandasi oleh harapan memberi kehidupan lebih baik bagi keluarganya.
Namun, tawaran itu menjadi awal dari mimpi buruk: dia direkrut dan dijadikan kurir narkoba tanpa sepengetahuannya.
"Mary Jane adalah korban tindak pidana perdagangan orang, bukan pelaku kejahatan narkotika," ujar Julius Ibrani, Ketua Pusat Bantuan Hukum Indonesia (PBHI).
Fakta ini diperkuat oleh pengakuan Maria Cristina Sergio, perekrut Mary Jane, yang menyerahkan diri pada 2015 dan mengakui perannya dalam menjebak Mary Jane.
Pernyataan ini menggugurkan dugaan bahwa Mary Jane merupakan bagian dari sindikat narkoba besar.
Perjalanan Hukum yang Penuh Luka
Kasus Mary Jane menyimpan jejak ketidakadilan. Dari interogasi tanpa penerjemah hingga tidak adanya pembelaan hukum yang memadai, proses hukum di Indonesia meninggalkan luka dalam.
Hukuman mati yang dijatuhkan pada 2010 menjadi pukulan berat bagi Mary Jane dan keluarganya.
Namun, eksekusi yang dijadwalkan pada 2015 ditunda, membuka jalan untuk pengungkapan fakta baru.
| Menulis Ulang Indonesia di Tengah Arus Global, Sejarah Kebangsaan sebagai Proyek Peradaban |
|
|---|
| Seusai Bupati Pati Sudewo Diperiksa KPK Terkait Suap Proyek Rel Kereta, Ini Fakta Terbarunya |
|
|---|
| IHSG Hari Ini Naik ke 7.936,17, Saham PGEO dan MBMA Jadi Pendorong Utama |
|
|---|
| Alasan PDIP Copot Bambang Pacul dari Ketua DPD Jawa Tengah, Ini Penjelasannya |
|
|---|
| IHSG Hari Ini Ditutup Melemah, Apa Penyebabnya? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/mary-jane_20160413_100504.jpg)