Berita Jateng
Dilema Petani Jawa Tengah Hadapi Fluktuasi Harga, Jual Cabai Kering Agar Harga Tetap Stabil
Komoditas cabai yang rentan mengalami fluktuasi harga, menjadi tantangan bagi petani di Jawa Tengah.
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Komoditas cabai yang rentan mengalami fluktuasi harga, menjadi tantangan bagi petani di Jawa Tengah.
Ketika permintaan meningkat, harga cabai acap kali ikut melonjak. Sebaliknya, jika pasokan sedang melimpah dengan permintaan yang stabil atau turun, harga pun bisa anjlok.
Hal itulah yang menjadi dilema petani cabai yang tergabung ke dalam Forum Petani Champion Jateng.
Ketua forum tersebut, Sun'an mengatakan, petani berupaya dengan cara membuat cabai kering agar harga tetap stabil, baik saat musim panen maupun tidak.
"Dulu saat harga sedang murah saya keringkan saja, namun hampir satu tahun dua tahun tidak laku. Sekarang kerja sama dengan Bank Indonesia, cabai kering mulai kami pasarkan," kata Sun'an saat ditemui di Semarang, pekan ini.
Sun'an menjelaskan, saat ini, permintaan cabai kering mulai muncul terutama dari kota besar.
Ia menyebutkan, bulan ini dirinya mampu produksi mencapai 1 ton cabai kering. Adapun untuk produksi total tersebut, memerlukan minimal 4 ton cabai segar.
Menurutnya, ada dua cara mengeringkan cabai oleh petani, yaitu langsung di bawah terik matahari atau menggunakan mesin pengering.
"Harga idealnya, Rp40.000/Kg, petani sudah untung kalau itu ditentukan di waktu harga masih Rp10.000/Kg saat cabai basah.
Cabai kering ini kami jual eceran, Rp 10.000/pack seberat 1 ons," sebutnya.
Meskipun harga cabai kering saat ini berada di kisaran 10.000 per pack, petani masih menghadapi sejumlah tantangan. Di antaranya adalah dalam bersaing dengan harga cabai impor yang jauh lebih murah.
"Ada permintaan dari Surabaya, namun harga tidak bisa bersaing karena harga impor lebih murah," ungkapnya.
Selain itu, Sun'an menyebutkan, saat ini belum banyak masyarakat yang teredukasi dengan pemanfaatan cabai kering.
Ia pun menginginkan agar pemanfaatan cabai kering bisa dilakukan secara masif agar bisa berdampak positif dalam menstabilkan harga.
"Inflasi yang tinggi membuat kami harus mengorbankan kebahagiaan kami. Kami berharap ada perubahan yang mendukung kesejahteraan petani," imbuhnya.
3,37 Ton Sampah Belum Terkelola Dengan Baik, Pemprov Jateng Upayakan Penyelesaian |
![]() |
---|
Ini Alasan Polda Jateng Hentikan Penyelidikan Kasus Hak Siar Nenek Endang: Alhamdulillah |
![]() |
---|
Regenerasi Dalam Korupsi, Sosok Dua Sekda Klaten Rugikan Negara Rp6,8 M Kasus Sewa Plasa |
![]() |
---|
Berdayakan Potensi Desa/Kelurahan, 1.750 Koperasi Merah Putih di Jateng Sudah Operasional |
![]() |
---|
Masih Kalah Dari Subang, Buruh Tuntut Kenaikan UMK 2026 Jadi Rp 3,7 Juta di Kota Semarang |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.