Berita Semarang
Dinkes Kota Semarang: HMPV Tak Mudah Didiagnosis, Butuh Seperti Covid-19
HMPV merupakan penyakit flu tipe A yakni penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza tipe A dan tidak bisa terdiagnosis secara mudah.
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinkes Kota Semarang memastikan ibu kota Jawa Tengah nihil kasus Human Metapneumovirus (HMPV).
Masyarakat diminta tetap waspada terhadap virus tersebut.
Kepala Dinkes Kota Semarang, Moh Abdul Hakam mengatakan, HMPV tidak bisa terdiagnosis secara mudah.
Baca juga: Pengrajin Kepala Barongsai Semarang Kewalahan Garap Pesanan Jelang Imlek
Baca juga: Guru di Kabupaten Semarang Berharap Menu Makan Bergizi Gratis Enak Agar Tidak Dibuang
Pemeriksaan sementara ini hanya bisa dilakukan di Yogyakarta atau Jakarta.
Menurutnya, HMPV merupakan penyakit flu seperti pada umumnya.
Hanya saja, HMPV ini merupakan penyakit flu tipe A yakni penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza tipe A.
Sebenarnya, HMPV ini sudah pernah ada dari hasil penelitian yang dilakukan oleh seorang dokter dari RSUP dr Kariadi Semarang mengenai pneumonia pada masyarakat.
Dari sampling yang dilakukan, ditemukan empat kasus.
"Artinya, dulu sebetulnya pada 2015 sudah didapatkan HMPV."
"Kalau di dunia, 2001 Belanda menyampaikan sudah teridentifikasi."
"Sekali lagi, melakukan identifikasi diagnosis HMPV butuh seperti Covid-19," jelasnya.
Baca juga: Pemkot Semarang Terus Upayakan Pengurangan Kawasan Kumuh
Baca juga: Punya 3 Striker Asing Belum Termasuk Gali, Ini Skenario Pelatih PSIS Semarang Memaksimalkannya
Hakam mengatakan, diagnosis HMPV dilakukan mulai dari pasien dilakukan swab dan dianalisis melalui sistem.
HMPV ini seperti flu biasa.
Dia menyarankan, masyarakat beristirahat jika terpapar flu untuk meminimalisir penularan terhadap orang lain.
Kelompok rentan diimbau waspada terhadap HMPV.
Semarang
kesehatan
Dinkes Kota Semarang
Moh Abdul Hakam
HMPV
Kasus HMPV Semarang
Human Metapneumovirus
RSUP Dr Kariadi
| Alasan MBG Akan Terus Berjalan Kata Budiman Sudjatmiko di Semarang, Sempat Kena Maki Mahasiswa |
|
|---|
| Di Balik Poster "Penggal Kepala Presiden", Mahasiswa UIN Walisongo Semarang Desak Perubahan |
|
|---|
| Foto-foto Demonstrasi Mahasiswa Undip di Jalan Pahlawan Semarang, Singgung Negara Hancur 90 Persen |
|
|---|
| Demo BEM Undip Sempat Memanas di Semarang, Massa Coba Panjat Pintu Gerbang DPRD Jateng |
|
|---|
| Batas Biaya Administrasi BOP RT Semarang Hanya Rp 625 Ribu, Selebihnya Wajib Rembuk Warga |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Kepala-Dinas-Kesehatan-Dinkesa-Kota-Semarang-Moh-Abdul-Hakam.jpg)