Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Heboh Pagar Laut Misterius di Tangerang: Benarkah Milik Selebriti Terkenal?

Terkuak pagar laut sepanjang 30 kilometer di Tangerang disebut-sebut milik seorang selebriti terkenal.

Editor: raka f pujangga
net/KKP
Pagar laut sepanjang 30,16 Kilometer yang belum diketahui pemiliknya membentang di 6 kecamatan perairan Kabupaten Tangerang, Banten. 

TRIBUNJATENG.COM - Terkuak pagar laut sepanjang 30 kilometer di Tangerang disebut-sebut milik seorang selebriti terkenal.

Hal itu dibongkar Heru, seorang nelayan di Pulau Cangir.

Menurutnya, rumor tersebut sudah beredar lama, keberadaan pagar tersebut telah mengganggu aktivitas nelayan dan warga pesisir setempat.

Baca juga: Pagar Bambu Misterius di Perairan Tangerang, Manajemen PIK 2 Buka Suara

"Wah, semua juga tahu itu, anak kecil juga tahu dalangnya, siapa lagi kalau bukan selebriti sekarang yang lagi booming. Kalau disebutin satu persatu takutnya banyak abcd-nya, yang jelas semua orang pasti tahu," ujar Heru dalam tayangan Youtube Wartakotalive, Minggu (12/1/2025).

Heru mengaku telah mengetahui pemasangan pagar laut tersebut sejak lama. 

Namun, ia terkejut ketika mengetahui proyek tersebut menggunakan bambu di laut tanpa ada pemberitahuan resmi dari pemerintah daerah.

"Kalau memang buat budidaya di laut, itu ada spek masing-masing, misalnya budidaya kerapu ada panjang lebar tinggi, budidaya kerang hijau rancangannya bukan begitu. Saya juga budidaya kerang hijau. Misalnya spek menangkap cumi atau udang, bukan begitu, kayak bagan apung. Makanya bukan alasan pagar itu buat budidaya masyarakat, saya rasa jauh dari harapan masyarakat," ungkap Heru.

Sejak awal pembangunan, tidak ada sosialisasi kepada warga setempat.

Heru dan warga lainnya akhirnya bertanya langsung kepada pekerja yang membangun pagar laut tersebut.

"(Harusnya) awalnya koordinasi dulu, sosial dulu ke warga sekitar, kan ada masyarakatnya di sini. Gimana nih masyarakat, kita mau bikin pagar, biar ada hasilnya pemberdayaannya, paling tidak kan ada masukan, itu salah besar," tegas Heru.

Heru juga menyebutkan bahwa upah pekerja yang terlibat dalam pembangunan pagar laut tersebut berkisar antara Rp100 ribu hingga Rp125 ribu per hari.

Beberapa di antaranya bekerja secara borongan untuk mengejar target tertentu.

Menanggapi hal ini, Heru mengungkapkan harapannya agar KKP segera mencabut pagar laut tersebut.

"Harapan saya sih simpel, cabut lagi seperti semula. Ngapain ditunda-tunda kelamaan, 20 hari lagi ditunda, nanti masuk angin lagi enggak jadi lagi," ujar Heru.

Bantahan Pengelola Pantai Indah Kapuk

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved