Berita Blora
Alasan Dinkesda Minta Laboratorium Patra Medica Blora Buat Surat Pernyataan, Begini Duduk Perkaranya
Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Blora memanggil pihak Laboratorium Patra Medica Blora untuk dimintai
Penulis: M Iqbal Shukri | Editor: muh radlis
Aduan itu terkait hasil uji lab saat pemeriksaan darah terjadi perbedaan. Dimana saat uji lab di Patra Medica Blora, hasil creatinin yang bersangkutan (warga/pasien) itu 2,4.
Kemudian ketika pasien yang bersangkutan mengecek ulang di lab di Rumah Sakit (RS) Kariadi Semarang, hasil uji lab hanya 1,8.
Setelah itu, Dinkesda Blora menindaklanjuti aduan dari FKMB, dengan memanggil pihak Laboratorium Patra Medica Blora untuk diklarifikasi, Jumat (21/2/2025).
Kedatangan pihak Laboratorium Patra Medica Blora di Kantor Dinkesda Blora itu, diterima langsung oleh Kepala Dinkesda, Edi Widayat.
Saat dimintai klarifikasi, pihak Laboratorium Patra Medica Blora langsung menjelaskan ke Kepala Dinkesda, menanggapi terkait ketidakpuasan yang dialami salah seorang warga itu.
Kepala Cabang Patra Medica Blora, Nur Anisa, menyampaikan bahwa pihak Laboratorium Patra Medica sebelum mengeluarkan hasil uji lab, telah melaksanakan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ada.
"Kita sudah melakukan sesuai SOP yang ada. Jadi kita mengeluarkan hasilnya itu, dari SOP nya itu ya, kalau memang SOP sudah dilakukan, semua prosedur sudah dilakukan," jelasnya, saat ditemui usai audiensi.
Lebih lanjut, Anisa menyampaikan sebelum hasil uji lab itu dikeluarkan, pengujian sudah dilakukan beberapa kali.
"Kita melakukan uji dengan alat itu dua kali, terus kita menggunakan alat berbeda satu kali, jadi sudah dilakukan 3 kali pengujian, dan kita juga mengeluarkan dengan hasil tinggi itu kita juga melihat riwayat sebelumnya, dalam satu tahun itu seperti apa, kalau dalam satu tahun itu hasilnya kok normal-normal saja, kita nggak mungkin kan langsung mengeluarkan."
"Kita harus kroscek dulu, dari riwayat pasiennya kan memang sudah di atas nilai normal, selama satu tahun ini, jadi kita keluarkan dari yang sesuai hasil dari alat," jelasnya.
Anisa mengeklaim untuk komplain ketidakpuasan warga ini, merupakan kali pertama yang diterima oleh Laboratorium Patra Medica Blora.
"Ini komplain yang pertama. Ya pinginnya kita ingin lebih meningkatkan hasil lebih baik, kita selama ini juga memberikan yang terbaik."
"Cuma dengan adanya ini kita lebih menjaga lagi, ya kita tetap menaati aturan yang ada sesuai SOP kita lakukan setiap hari. Selain itu setiap enam bulan sekali alat yang kita pakai itu juga dinilai," terangnya.
Sementara itu, Dokter Spesialis Patologi Klinik yang sekaligus Penanggungjawab Laboratorium Patra Medica Blora, Sri Irianti, menjelaskan alasan hasil uji di Laboratorium Patra Medica Blora dengan hasil uji lab di RS Kariadi Semarang terdapat perbedaan disebabkan beberapa faktor.
"Jadi saat pemeriksaan di Blora itu, pada saat di pagi hari, itu pasien dalam kondisi puasa, kemudian dua hari berikutnya pasien melakukan kontrol di RS Kariadi."
| Bupati Arief Rohman Dorong MIN Blora Tingkatkan Mutu Pendidikan lewat Kerja Sama Kampus |
|
|---|
| Nahas, Warga Blora Tersengat Kabel Listrik Saat Ambil Rambanan Pakan Ternak |
|
|---|
| Sumur Minyak Rakyat di Blora Kantongi Izin Legalitas, Pemkab Kaji Regulasi Agar Bisa Sumbang PAD |
|
|---|
| BREAKING NEWS Pria Diduga Sengaja Bakar Rumahnya Sendiri di Blora, Begini Kondisi Kesehatannya |
|
|---|
| 18 SD Negeri di Blora Diregrouping, Dindik Daftarkan Dapodik Siswa Terdampak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/TIDAK-PUAS-Suasana-pihak-Laboratorium-Patra-Medica-Blora-saat-klarifik.jpg)