Ramadan 2025
Inilah Horog-horog Goreng, Menu Rekomendasi Khas Berbuka Puasa di Jepara, Tersedia 2 Topping
Dapure Mba Berto menjadi rekomendasi buka puasa lantaran menu makanan maupun keindahan tempat yang berada di dekat aliran sungai Desa Kuwasen.
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Dapure Mba Berto di Gang Tambakromo, Desa Kuwasen, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara, bisa menjadi satu di antara rekomendasi tempat untuk berbuka puasa.
Dapure Mba Berto menjadi rekomendasi buka puasa lantaran menu makanan maupun keindahan tempat yang berada di dekat aliran sungai Desa Kuwasen.
Ketika berada di sana sembari menunggu waktu buka puasa, pengunjung bisa menikmati keindahan aliran air.
Baca juga: Ratusan Santri Akan Safari Dakwah Selama Ramadan, Ketua DPRD Jepara Ingin Bermanfaat Bagi Masyarakat
Baca juga: Warga Nalumsari Jepara Jalan Kaki Sejauh 33,3 Kilometer Penuhi Nazar Persijap Lolos Liga 1
Dapure Mba Berto memiliki berbagai menu khas, satu di antaranya aneka olahan dari horog-horog.
Diketahui bahwa makanan yang berbahan dasar tepung sagu ini sudah menjadi khas di kota yang terkenal ukirannya.
Pemilik Dapure Mba Berto, Linda Natalia (33) mengatakan, sengaja memanfaatkan makanan khas Kabupaten Jepara lebih bervariatif.
Dia ingin makanan khas tersebut tidak hilang ataupun dilupakan oleh anak muda saat ini.
Linda membuat horog-horog yang biasanya hanya disajikan sebagai menu pendamping, kini jadi lebih berbeda.
Horog-horog merupakan makanan yang terbuat dari tepung sagu, sehingga bisa dijadikan sebagai pengganti nasi.
Masyarakat Jepara biasa memakan horog-horog sebagai pendamping pecel atau bakso.
Sebagai menu khas Jepara, namun penyajiannya hanya monoton, dia kemudian terinspirasi untuk mengolah horog-horog menjadi menu baru yang kini disukai oleh para pelanggannya.
"Horog-horog itu salah satu menu khas Jepara."
"Tapi setiap saya mendatangi tempat makan, horog-horog hanya disajikan sebagai pendamping pecel atau bakso."
"Tapi sebagai pengganti nasi, horog-horog ini sebenarnya juga bisa diinovasikan menjadi menu lain," kata Linda kepada Tribunjateng.com, Minggu (2/3/2025).

Baca juga: Disparbud Jepara Usulkan Tradisi Baratan Jadi Warisan Budaya Tak Benda 2025
Baca juga: Sebagian Warga Desa Sukodono Jepara Mulai Berpuasa Minggu 2 Maret 2025, Sesuai Penanggalan Aboge
Dia menjelaskan, horog-horog goreng sebenarnya sama seperti halnya nasi goreng.
Horog-horog dimasak dengan tambahan bumbu dengan cara digoreng di wajan, kemudian diberi aneka topping.
Terdapat dua topping yang bisa dipilih yaitu ayam goreng kepala seharga Rp25 ribu per porsi dan telur ceplok minyak kelapa seharga Rp22 ribu per porsi.
"Menu ini sebenarnya sama seperti nasi goreng, bedanya cuma nasinya saja diganti gunakan horog-horog."
"Kami ada dua topping, yang khasnya juga dimasak gunakan minyak kelapa," jelasnya.
Bagi pengunjung yang tertarik mencicipi menu tersebut, Resto Dapure Mba Berto buka setiap hari.
Untuk Senin-Sabtu dibuka mulai pukul 11.00 hingga pukul 21.00.
"Khusus Minggu karena lokasinya dekat sungai, jadi banyak keluarga yang sekalian mandi atau sekdar menikmati alam."
"Jadi kami buka lebih awal, yakni pukul 09.00," ungkapnya.
Satu di antara pengunjung, Lia Barokatus Solichah (23) baru pertama kali mencicipi menu horog-horog goreng.
Sebagai penikmat horog-horog, Lia mengira menu tersebut memiliki cita rasa yang aneh.
"Tapi setelah dicoba ternyata rasanya enak."
"Malah tidak terasa kalau ini horog-horog, soalnya sudah dimasak diberi bumbu, enaklah."
"Recommended buat dicoba," ungkapnya. (*)
Baca juga: 3 Pembalap Liar Terjaring Patroli Sahur Polres Grobogan, Motor Ditahan Selama 3 Bulan
Baca juga: Warga Semarang Mulai Berburu Cabai Busuk, Jadi Alternatif Memasak Saat Ramadan
Baca juga: PT KAI Daop IV Semarang: 39.571 Penumpang Mudik di Awal Ramadan
Baca juga: Desa Buntu Wonosobo Jadi Percontohan Desa Damai Berkelanjutan, Warganya Punya Toleransi yang Tinggi
Jepara
Makanan Khas Jepara
Makanan Khas Ramadan di Jepara
feature
Ramadan
Dapure Mba Berto
Linda Natalia
Mana yang Lebih Utama: Qodho Puasa Ramadan atau Puasa Syawal 6 Hari? Ini Penjelasannya |
![]() |
---|
Salat Idulfitri di Alun-Alun Purbalingga, Forkopimda Ajak Warga Jaga Silaturahmi |
![]() |
---|
Jelang Lebaran, Penjual Ayam Merah Hidup Banjiri Pinggir Jalan Kendal |
![]() |
---|
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Hari Ini Terakhir Jakarta, Ramadhan Hari ke-30 Minggu 30 Maret 2025 |
![]() |
---|
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Hari Ini Terakhir Banda Aceh, Ramadhan Hari ke-30 Minggu 30 Maret 2025 |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.