Jumat, 22 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Bapak Anak di Blora Tewas Diracun

Ayah dan Anak di Blora Tewas Diracun, 3 Hal Ini yang Picu Adik Ipar Berbuat Nekat

Ada tiga persoalan yang melatarbelakangi pembunuhan ayah dan anak di Dukuh Wangil, Desa Sambonganyar, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora

Tayang:
Penulis: M Iqbal Shukri | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG/M Iqbal Shukri
BONGKAR MAKAM - Suasana pembongkaran makam ayah dan anak di TPU Dukuh Wangil, Desa Sambonganyar, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, Jumat (28/2/2025).(Iqbal/Tribunjateng) 

TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Ada tiga persoalan yang melatarbelakangi pembunuhan ayah dan anak di Dukuh Wangil, Desa Sambonganyar, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora.

Korban ayah dan anak itu yakni Muslikin (45) dan S (9).

Keduanya tewas usai meminum air yang telah bercampur dengan racun, Jumat (21/2/2025) lalu.

Pelaku ternyata adalah orang dekat korban.

Baca juga: Depresi setelah Istri Meninggal, Kades yang Sempat Hilang Jasadnya Ditemukan di Dasar Jurang

Pelaku juga telah ditangkap pada Selasa (25/2/2025), di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Pelaku berinisial MK. Diketahui MK merupakan adik ipar korban Muslikin.

Kasat Reskrim Polres Blora, AKP Selamet, mengatakan telah melakukan pemeriksaan terhadap tersangka MK.

Berdasarkan pengakuan tersangka, ditemukan tiga alasan MK nekat membunuh kakak iparnya.

Yang pertama sakit hati.

"Si pelaku ini di keluarga korban, maupun pihak mertua itu dianggap orang yang tidak punya. Jadi tidak membawa apa apa menikahi adik dari istri korban," katanya, Senin (3/3/2025).

Hal itu yang kemudian membuat tersangka MK sakit hati. 

Selain itu, ada permasalahan lain yang membuat sakit hati tersangka itu memuncak.

"Dan juga ada kegiatan masalah pembelian pohon jati, dari tersangka akan membeli pohon jati milik mertua. Tetapi dari korban ditebang semua dan disumbangkan ke salah satu Musala di sana."

"Dan juga ada kegiatan lagi si tersangka akan membeli sebagian sawah milik mertua, pada saat itu sudah mendatangkan perangkat desa untuk melakukan pengukuran, yang awalnya akan membeli di bagian sebelah utara, tetapi pada saat akan dilakukan pengukuran, oleh mertua dan si korban diberi di bagian selatan," jelasnya.

AKP Selamet menyampaikan beberapa alasan itulah, yang membuat tersangka MK nekat melakukan perbuatan keji terhadap kakak iparnya tersebut.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved