Berita Tegal
Dulunya Pedagang Sayur, Richanah Kini Eksis sebagai Perajin Batik Tegalan
Masih lekat dalam ingatan Richanah (58), awal mula dia menggeluti kerajinan batik khas Tegal atau batik tegalan, sekira lima tahun lalu, pada 2020
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM,TEGAL - Masih lekat dalam ingatan Richanah (58), awal mula dia menggeluti kerajinan batik khas Tegal atau batik tegalan, sekira lima tahun lalu, pada 2020.
Pertemuan pertamanya dengan kerajinan batik saat mengikuti pelatihan di Pendopo Kelurahan Debongkulon, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal.
Saat itu, pelatihan diisi oleh Sri Rejeki, Ketua Koperasi Usaha Batik Cempaka Mulya Tegal.
Tak disangka, Richanah kini menjadi perajin batik tegalan yang secara rutin menyetorkan karya di Griya Batik Kota Tegal.
"Saya bisa membatik ini awalnya karena ikut pelatihan di kelurahan, lima tahun lalu. Sebelum itu, saya berdagang sayuran di salah satu pasar di Kabupaten Brebes," kata Richanah kepada tribunjateng.com, Minggu (9/3/2025).
Warga Kelurahan Debongkulon itu, masih tak menyangka akan beralih pekerjaan dari pedagang sayur ke perajin batik.
Richanah sendiri tidak membutuhkan waktu lama saat belajar membatik. Kurang dari satu bulan dia sudah lancar.
Menurutnya, hal itu karena dia memiliki perasaan senang dan suka dengan keterampilan.
"Ada kesenangan tersendiri buat menggambar dan keterampilan. Jadi tidak lama, satu bulan sudah bisa membatik," ungkapnya.
Richanah tiap harinya membatik di rumah. Dalam sebulan, dia bisa menghasilkan dua sampai tiga karya batik tulis.
Dia memiliki kecenderungan membuat motif modern dan klasik, seperti motif daun berguguran dan motif bunga.
Jika ada kunjungan pelajar di Griya Batik Tegal, dia juga ikut membantu pelatihan membatik untuk anak-anak.
"Alhamdulillah sampai saat ini saya konsisten membatik. Produk buatan saya dipasarkan di Griya Batik, harganya untuk motif modern Rp 250 ribu, sedangkan motif klasik Rp 350 ribu," jelasnya.
Terbantu KUR
Richanah bercerita, saat memulai usaha, hal penting yang dipikirkannya adalah modal awal. Sebab, membatik membutuhkan kain dan peralatan lainnya.
Saat itu, usaha batiknya sangat terbantu oleh program permodalan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Rakyat Indonesia (BRI).
| Dedy Yon Gunakan Bahasa Ngapak Tegalan saat Rapat Paripurna Istimewa Peringati HUT ke-446 Kota Tegal |
|
|---|
| Bupati Ischak Raih Gelar Magister Manajemen, Bisa Diterapkan dalam Pemerintahan Kabupaten Tegal |
|
|---|
| Slawi Run 2026 Meriahkan Hari Jadi Ke-425 Kabupaten Tegal, Berikut Info dan Link Pendaftaran |
|
|---|
| Tahun Ini, 302 Jamaah Calon Haji Kota Tegal Diberangkatkan |
|
|---|
| Perkuat Peran Pembinaan Remaja, Wali Kota dan Istri Dikukuhkan Ayah dan Bunda GenRe |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/TUNJUKKAN-PRODUK-Richanah-perajin-batik-tegalan.jpg)