Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Kisah Inspiratif Suryani Pemilik UMKM Garmil Semarang Sukses Ciptakan Camilan Sehat Dari Daun Kelor

Berawal dari sakit kanker payudara yang diderita, Suryani memiliki tekad kuat untuk menciptakan camilan sehat dengan merek Garmil

|
Penulis: Adelia Sari | Editor: muslimah
Tribunjateng/Like
Kisah Inspiratif Suryani Pemilik UMKM Garmil Semarang Sukses Ciptakan Camilan Sehat Dari Daun Kelor 

TRIBUNJATENG.COM - Perjuangan Sri Suryani merintis UMKM Garmil patut diacungi jempol.

Berawal dari sakit kanker payudara yang diderita, Suryani memiliki tekad kuat untuk menciptakan camilan sehat dengan merek Garmil.

Suryani mengatakan, ia didiagnosa kanker Payudara di tahun 2017.

Dirinya melakukan operasi, kemotrerapi dan harus bolak-balik melakukan kontrol ke rumah sakit.

Sampai saat pandemi Covid-19 tahun 2020, Suryani bertekad berhenti mengonsumsi obat medis dan beralih ke pola hidup sehat.

“Saya punya kanker itu sejak tahun 2017, saya dinyatakan kanker payudara harus dioperasi, setelah operasi saya harus dikemo, dilaser. Pokoknya semua sudah saya lakukan.

"Sampai sinar terakhir dan obat yang harus diminum setiap hari. Setelah itu covid-19, saya berobat terus, waktu covid saya berhenti sendiri untuk mengonsumi obat, saya takut anak-anak masih kecil. Saya berhenti untuk konsumsi obat.

"Saya mulai pola makan sehat, seperti mengurangi daging, karbohidrat, saya konsumsi jus dan menciptakan camilan sehat. Stick aneka sayur, buah dan ikan,” kenang Suryani saat ditemui di rumahnya di Jalan Ketileng Asri, Sendangmulyo, Tembalang, Semarang pada Kamis (13/3/2025).

Kisah Inspiratif Suryani Pemilik UMKM Garmil
Kisah Inspiratif Suryani Pemilik UMKM Garmil Semarang Sukses Ciptakan Camilan Sehat Dari Daun Kelor

Tak memiliki pengalaman khusus di bidang kuliner, Suryani belajar membuat stick ini secara autodidak.

Ia pun sempat mengalami beberapa kegagalan.

Sampai akhirnya ia ikut dalam sebuah pelatihan dan diberi trik membuat stick yang empuk tapi renyah.

“Jadi saya tuh memang tidak punya pengalaman. Membuat cheesestick itu selalu gagal, hampir patah semangat. kebetulan saya dikenalkan dengan chef, terus dikasih trik membuat stik yang enak,” 

Selain menggunakan tepung terigu, ia juga menambahkan tepung mokaf dengan perbandingan 50:50.

Stick buatan Suryani juga tanpa MSG dan dipadukan dengan beberapa bahan alami lain.

“Itukan nggak ada MSG, untuk diet juga bagus. Stick daun kelor itu kan antioksidan baik. Nyari yang emang baik untuk kesehatan, daun kelor, buah naga dan buah bit,”lanjut Suryani.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved