Tokoh Lintas Agama Sambut Idulfitri dengan Pesan Damai dan Toleransi di Jateng
Idulfitri 1446 H di Jateng penuh makna, tokoh lintas agama suarakan toleransi dan semangat persaudaraan.
Penulis: budi susanto | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Suasana hangat dan penuh makna terasa begitu kental dalam perayaan Idulfitri 1446 Hijriah di Jateng.
Bukan hanya umat Muslim yang larut dalam sukacita, tetapi juga tokoh-tokoh lintas agama yang turut menyampaikan pesan damai dan persaudaraan dalam momen penuh berkah.
Di tengah keragaman yang menjadi kekayaan bangsa, Idulfitri tak sekadar menjadi hari kemenangan bagi umat Islam, tetapi juga simbol keharmonisan dan saling menghargai antarumat beragama.
Tokoh-tokoh agama dari berbagai latar belakang tampil bersama menyuarakan semangat toleransi yang kuat, sebuah potret kebhinekaan yang hidup dan tumbuh di Bumi Pertiwi.
Uskup Agung Semarang Romo Robertus Rubiyatmoko menyampaikan apresiasinya terhadap eratnya jalinan persaudaraan di masyarakat Jateng, khususnya saat Idulfitri.
Menurutnya, momen ini sangat tepat untuk kembali merenungkan makna hidup bersama sebagai bangsa yang satu.
“Kami sangat berterima kasih karena boleh membangun persahabatan dengan teman-teman dan saudara sekalian, serta bersama-sama membangun bangsa ini dalam kebersamaan,” tutur Romo Rubiyatmoko, Selasa (1/4/2025).
Ia juga menambahkan, kehidupan berbangsa yang adem ayem hanya bisa tercipta jika semua umat dari berbagai agama saling menghargai.
Bahkan menurutnya, Paus Fransiskus pun pernah menyampaikan kekagumannya atas kerukunan masyarakat Indonesia saat berkunjung beberapa waktu lalu.
Sementara itu, Ketua DPD Walubi Jateng Tanto Harsono menyebut dirinya merasa bersyukur bisa ikut merayakan Idulfitri bersama saudara-saudara Muslim.
Ia berharap nuansa damai ini terus terjaga dan menjadi fondasi untuk kemajuan bersama.
“Saya yakin, Pak Gubernur Ahmad Luthfi dan Pak Wakil Gubernur Taj Yasin bisa terus membawa Jateng menjadi provinsi yang lebih guyub dan lebih maju,” ungkapnya.
Kebersamaan yang terjalin dalam perayaan tahun ini terasa semakin bermakna karena berdekatan dengan Hari Raya Nyepi.
Hal ini disampaikan Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Jateng, Tri Wahono.
Menurutnya, kedekatan dua hari raya besar ini adalah pengingat penting akan nilai saling menghormati.
| Cemburu Tanpa Bukti, Motif Sugeng Aniaya Istri dan Mertua hingga Tewas di Kebumen |
|
|---|
| Sosok Pencuri Kimpul Ternyata Lulusan SLB di Salatiga, Polisi Dorong Restorative Justice |
|
|---|
| Detik-detik 5 Truk Terlibat Kecelakaan Beruntun di Kendal, Pak Ogah Kabur Diduga Hentikan Mendadak |
|
|---|
| Pemprov Jateng Kesulitan Penuhi 87 Persen Lahan Baku Sawah sebagai Syarat Bentuk RTRW |
|
|---|
| Marak Kasus Kekerasan Seksual, Kemenag akan Panggil Pengasuh 5.400 Ponpes untuk Bentuk Satgas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Idulfitri-Jadi-Simbol-Persaudaraan-Lintas-Agama.jpg)