Kamis, 9 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Jumlah Korban Tewas Gempa Myanmar Capai 3.000 Jiwa

Jumlah korban tewas dalam gempa Myanmar telah mencapai 3.085 jiwa, dengan lebih dari 4.700 lainnya terluka, dan 341 orang masih hilang.

Tribun Kaltim
ILUSTRASI GEMPA: Jumlah korban tewas dalam gempa Myanmar telah mencapai 3.085 jiwa, dengan lebih dari 4.700 lainnya terluka, dan 341 orang masih hilang. Demikian data yang terhimpun hingga Kamis (3/4/2025). (TRIBUN KALTIM) 

TRIBUNJATENG.COM, NAYPYIDAW – Jumlah korban tewas dalam gempa Myanmar telah mencapai 3.085 jiwa, dengan lebih dari 4.700 lainnya terluka, dan 341 orang masih hilang.

Demikian data yang terhimpun hingga Kamis (3/4/2025).

Cuaca panas dan hujan deras di Myanmar berisiko memperburuk kondisi kesehatan para korban gempa yang terpaksa mengungsi di luar ruangan.

Baca juga: Aparat Singapura Tangkap Remaja 17 Tahun yang Berencana Bunuh Ratusan Muslim

Sementara itu, upaya penyelamatan semakin sulit dilakukan akibat konflik perang saudara yang sedang berlangsung.

Diketahui, gempa berkekuatan 7,7 skala Richter yang terjadi Jumat lalu merupakan salah satu gempa terbesar yang pernah tercatat di Myanmar dalam seratus tahun terakhir. 

Gempa ini mengguncang wilayah yang dihuni sekitar 28 juta orang, meruntuhkan bangunan, termasuk rumah sakit, dan menghancurkan banyak permukiman. 

 Banyak warga kehilangan akses terhadap makanan, air, serta tempat berlindung. 

Wabah Penyakit Meningkatkan Kekhawatiran

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan tentang risiko meningkatnya wabah penyakit kolera dan penyakit lainnya di daerah-daerah yang paling parah terdampak seperti Mandalay, Sagaing, dan Naypyitaw. 

Selain kolera, penyakit kulit, malaria, dan demam berdarah juga menjadi ancaman besar di tengah kondisi yang semakin memburuk. 

Dalam hal ini, WHO telah menyiapkan bantuan senilai satu juta dollar AS (sekitar Rp 16,5 miliar), termasuk kantong jenazah.

Kerusakan parah pada fasilitas kesehatan, termasuk rumah sakit yang hancur di Mandalay dan Naypyitaw, membuat upaya penanganan kesehatan semakin sulit. 

Ribuan orang yang kehilangan rumah terpaksa tinggal di luar ruangan dengan suhu udara mencapai 38 derajat Celcius, sementara rumah sakit darurat juga didirikan di luar ruangan untuk merawat pasien.

Bencana ini diperkirakan akan semakin parah dengan adanya peringatan hujan deras yang akan mengguyur wilayah terdampak mulai Minggu (6/4/2025) hingga Jumat (11/4/2025) mendatang. 

Titon Mitra, perwakilan Program Pembangunan PBB (UNDP) di Myanmar, menyatakan, "Jika hujan turun, itu akan menjadi masalah besar. Banyak orang saat ini tinggal di tempat penampungan sementara dan kamp-kamp darurat di jalan-jalan. Kondisi ini tentu akan memperburuk situasi." 

WHO khawatir akan terjadinya wabah penyakit yang ditularkan melalui air. (*)

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "UPDATE Gempa Myanmar: Korban Tewas Capai 3.000 Jiwa, WHO Ingatkan Risiko Wabah Kolera"

Baca juga: Gempa 7,7 SR Guncang Myanmar, Terasa Sampai Thailand dan China

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved