Berita Semarang
Senyum Sumringah Atun, PKL Stadion Jatidiri Kembali Jualan Pada Laga PSIS di BRI Liga 1
Beberapa laga PSIS pada ajang BRI Liga 1 sempat digelar tanpa penonton. Hal itu membuat sejumlah PKL dan pedagang asongan sekitar stadion lesu
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Senyum sumringah Atun, seorang pedagang kaki lima (PKL) di Stadion Jatidiri, Semarang, terpancar di wajahnya saat manjajakan dagangannya di area pintu utara Stadion Jatidiri, Semarang, Jumat (11/4/2025). Saat itu, PSIS Semarang menjamu Persik Kediri pada ajang kompetisi BRI Liga 1.
Beberapa laga PSIS pada ajang BRI Liga 1 sempat digelar tanpa penonton. Hal itu membuat sejumlah PKL dan pedagang asongan sekitar stadion lesu.
Sudah dua laga terakhir ini, pertandingan PSIS di ajang BRI Liga 1 kembali digelar dengan penonton meski jumlahnya masih terbatas. Ini menjadi angin segar bagi Atun dan sejumlah pelaku UMKM lainnya.
Pasalnya, tidak dipungkiri, kompetisi sepak bola BRI Liga 1 memang menjadi ladang rezeki bagi PKL di Stadion Jatidiri Semarang. Setiap momen pertandingan PSIS Semarang selalu ditunggu oleh sejumlah pedagang, termasuk Atun.
Dia mengaku, selalu menjajakan lapak setiap gelaran event olahraga di Stadion Jatidiri Semarang, tak terkecuali kompetisi sepak bola kasta tertinggi di Indonesia, BRI Liga 1.
Atun yang berjualan tepat di depan pintu utara Stadion Jatidiri ini telah menata dagangannya sejak siang hari saat pertandingan PSIS Semarang menjamu Persik Kediri.

Meski pertandingan berlangsung sore hari, para supporter PSIS Semarang nampak mulai berdatangan sejak siang. Mereka pun singgah dan pergi di lapak Atun yang menjajakan berbagai makanan dan minuman.
"Saya jualan disini sejak PSIS pertama kali menempati sini," ungkapnya.
Tak hanya musim ini saja, Atun telah merasakan nikmatnya berjualan musim sepak bola BRI Liga 1 tahun-tahun sebelumnya. Setiap pertandingan, ia bisa meraup omzet hingga Rp 500 ribu saat kondisi ramai.
Namun, diakuinya, musim ini sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Adanya kebijakan tanpa penonton pada laga PSIS di Stadion Jatidiri membuatnya tak bisa menggelar lapak. Kemudian, kebijakan pembatasan jumlah penonton juga sangat bepengaruh terhadap perekonomian para PKL.
"Kalau akhir-akhir ini memang tidak ramai seperti tahun-tahun sebelumnya. Setiap pertandingan saya bisa meraup untung Rp 500 ribu laba bersih. Kalau sekarang, Rp 500 ribu masih kotor," bebernya.
Meski demikian, Atun tetap bertahan berjualan meski penonton PSIS Semarang dibatasi. Baginya, BRI Liga 1 tetap menjadi ladang rezeki.
Dia berharap, pertandingan PSIS Semarang melawan klub manapun bisa ramai seperti tahun-tahun sebelumnya.

Perputaran Ekonomi di BRI Liga 1
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali menjadi sponsor utama untuk empat musim berturut-turut dalam perhelatan kompetisi sepakbola teratas di Indonesia, BRI Liga 1 musim 2024 – 2025.
Dikutip dari laman BRI, Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto menyampaikan, alasan BRI mendukung perhelatan BRI Liga 1 2024 – 2025 tak lepas dari faktor ekonomi yang diciptakan dengan bergulirnya kompetisi.
Omzet Turun 50 Persen, Keluh Pedagang CDF Terimbas Demo Rusuh di Jalan Pahlawan Semarang |
![]() |
---|
KKN-T UPGRIS Siap Terjun ke Masyarakat Desa Pagersari |
![]() |
---|
Sempat Lepaskan 56 Demonstran, Polda Jateng Kembali Tangkap 40 Orang Massa Aksi |
![]() |
---|
Kericuhan di Depan Polda Jateng Kembali Pecah Dini Hari Ini, Polisi Bubarkan Pakai Gas Air Mata |
![]() |
---|
Dari TK hingga SMP, Anak-Anak Semarang Diajak Cinta Membaca |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.