Cerita Rakyat
Legenda Banyubiru Cerita Rakyat dari Pasuruan Jatim
cerita rakyat legenda Banyubiru asal Pasuruan.Para pedagang yang banyak datang dari Semenanjung Arab banyak menimbulkan perubahan dan peradaban baru
Penulis: Puspita Dewi | Editor: galih permadi
Legenda Banyubiru Cerita Rakyat dari Pasuruan
Artikel ini dikutip dari pasuruankab.go dengan judul Legenda Banyubiru
TRIBUNJATENG.COM - Berikut cerita rakyat legenda Banyubiru asal Pasuruan.
Para pedagang yang banyak datang dari Semenanjung Arab banyak menimbulkan perubahan dan peradaban baru di tanah air kita khususnya kerajaan Majapahit pada waktu itu.
Agama Islam yang di bawah serta cepat sekali meresap di hati rakyat terutama rakyat kecil yang pada mulanya selalu hidup dalam lingkungan kasta dan perbedaan sosial lainya.
Baca juga: Cerita Rakyat Asal Mula Gunung Semeru, Jawa Terus Berguncang
Baca juga: Cerita Rakyat Ende Lio Ine Pare Asal Mula Padi
Baca juga: 3 Dongeng Disney Princess Tiana, Pochanontas dan Merida
Baca juga: Cerita Rakyat Batu Menangis Asal Kalimantan Barat
Pelan tapi pasti kerajaan Majapahit yang dulu di bangun dengan menelan korban harta dan jiwa mulai memudar cahayanya.
Selain disebabkan oleh pengaruh agama Islam terdapat pula faktor lain yang mempercepat keruntuhanya yaitu terpecah belahnya persatuan diantara para pemimpinya.
Kerajaan Demak Bintara yang dipimpin oleh salah seorang perwira Majapahit yang telah memeluk agama Islam yaitu Raden Patah lambat laun menampakan kewibawaan nya.
Majapahit hancur berantakan, sebagian besar rakyatnya ikut memeluk agama baru dan sebagaian kecil lainya yang tetap memeluk agama nenek moyangnya.
Mereka banyak yang melarikan diri ke daerah lain.
Tempat lainya yang menjadi daerah pelarianya yaitu di sebelah selatan kabupaten Pasuruan, sekarang orang mengenalnya dengan daerah Tengger.
Diantara sekian banyak pelarian dari Majapahit itu terdapat dua orang bekas prajurit Majapahit yang terdampar disebuah hutan yang sekarang lebih terkenal dengan nama desa Sumberejo, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan.
Dua orang itu masing-masing bernama KEBUT dan TOMBRO.
Hutan itu mereka babat untuk di jadikan daerah pemukiman baru. Oleh karena pada saat itu banyak sekali tumbuh pohon pinang maka daerah baru itu lebih terkenal dengan nama jambean ( Jambe = pinang , Jawa ).
Sampai sekarang nama jambean masih ada dan menjadi salah satu pedukuhan desa Sumberejo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Legenda-Banyubiru-Cerita-Rakyat-dari-Pasuruan.jpg)