Senin, 4 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Cerita Rakyat

Legenda Banyubiru Cerita Rakyat dari Pasuruan Jatim

cerita rakyat legenda Banyubiru asal Pasuruan.Para pedagang yang banyak datang dari Semenanjung Arab banyak menimbulkan perubahan dan peradaban baru

Tayang:
Penulis: Puspita Dewi | Editor: galih permadi
wikipedia
Legenda Banyubiru Cerita Rakyat dari Pasuruan 

Dua orang bekas prajurit itu hidup dengan tenang dan untuk makanya sehari-hari mereka mengelola tanah. Selain hidup bertani Kebut juga membuka bengkel pandai besi.

Sejak dulu dia memang terkenal sebagai empu yang mahir dalam membuat keris dan senjata tajam lainya.

Barang peninggalan yang berupa paron masih dapat disaksikan dan terletak di sebelah makamnya yang terdapat didalam Banyubiru. Sedangkan Tombro hanya bertani saja tapi namanya lebih menonjol dari pada Kebut.

Pada suatu hari kerbau peliharaan Tombro dilepas dari kandangnya. Sebagaimana kebiasaan setiap hari.

Kedua ekor kerbau itu mencari makan sendiri tanpa ditemani oleh tuanya maupun gembala yang seharusnya mengawasinya.

Begitulah kebiasaannya kalau kebetulan binatang-binatang itu tidak di pekerjakan di sawah.

Sore harinya pulang sendiri ke kandang yang berdiri di belakang rumah pemiliknya. Tapi  pada hari itu  ketika Tombro  hendak menutup pintu  kandang  ternyata tidak melihat batang hidungnya kerbau-kerbaunya.

Bergegaslah dia berangkat mencari ke hutan yang berada disekitar desanya. Tidak begitu sulit mencarinya sebab dia melacak berdasarkan telapak kaki-kaki kerbaunya.

Ternyata kedua ekor kerbau itu sedang asyik berkubang di sebuah kolam kecil yang tidak pernah di pelihara. Tombro berteriak-teriak agar hewan peliharannya itu bangkit dan pulang ke kandang.

Rupanya kerbau-kerbau itu tidak bergerak sedikitpun dari tempatnya Tombro mendekat dan Tombro agak terkejut sebab kerbau-kerbau itu ternyata telah terperangkap dalam lumpur.

Segera dipetiknya empat daun keladi yang banyak tumbuh disekitarnya. Keempat daun itu dia hamparkan di depan kedua ekor kerbau itu. Sekali lagi Tombro membentaknya.

Tampak kedua ekor kerbau itu bergerak dan ujung kakinya menggapai dau keladi lalu tiba-tiba bangkit dan keluar dari kubangan.

Hewan-hewan itu lari terbirit-birit pulang ke kandangnya.

Sepeninggal hewan-hewan peliharaanya Tombro berdiri sejenak di pinggir kolam itu.

Dipandangannya kolam itu dan kini dia tidak lagi menyaksikan Lumpur yang keruh tepi sebuah kolam yang penuh air yang jernih sehingga dasarnya yang berpasir itu kelihatan nyata.

Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved