UMKM
Yayuk Terus Belajar Mengembangkan Serundeng Rahayu Bersama BRI dan Rumah BUMN
Baru-baru ini, nenek yang akrab disapa Yayuk tersebut mencoba peluang mendaftar program BRIncubator dari BRI.
Penulis: Adelia Sari | Editor: galih permadi
“Saya tidak menggunakan MSG, kemasan sudah pakai alumunium foil,”
Varian serundeng Yayuk terdiri dari rasa manis dan pedas dengan harga mulai dari Rp 13 ribu.
Dalam sehari, tempat produksi Yayuk bisa membuat sekitar 40 kilogram serundeng atau 300 bungkus.
Serundeng Yayuk saat ini sudah tersebar hingga beberapa daerah.
Selain menjual online dan di toko oleh-oleh, Yayuk juga memiliki reseller.
“Se-Jawa Tengah, Jakarta, Banten. Melalui toko oleh-oleh dan reseller. Sejauh ini, Yayuk sudah memiliki sekitar 30 reseller.
Kini Yayuk juga memperluas bisnisnya dengan membuat beberapa produk.
Mulai dari kering ketang, balado teri kacang, kacang bawang dan juga rempeyek.
Bahkan rempeyek buatan Yayuk kini sudah mendapat tempat di hati pelanggan.
Produk rempeyek Yayuk dijual dengan harga Rp 22.500, sedangkan untuk varian teri dibanderol dengan harga Rp 25 ribu.
Pinjaman Modal BRI
Selain bergabung dengan Rumah BUMN, Yayuk juga menjadi nasabah Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI.
Ia menjadi nasabah setia BRI sejak 10 tahun lalu atau sejak merintis usaha Serundeng Rahayu.
Bahkan Rahayu berani melakukan pinjaman pertama sebanyak Rp 200 juta.
“Selama ini bantuan kredit dari BRI, saya sudah lama, 10 tahunan, sejak jadi nasabah,”
| UMKM Keripik Tempe Purwokerto Terdampak Kenaikan Harga Plastik, Modal Naik Ratusan Ribu Perhari |
|
|---|
| Livin Fest 2025 Hadir di Semarang, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Ekosistem Digital |
|
|---|
| Puluhan Anggota GP Ansor Dapat Pelatihan UMKM dari CCEP |
|
|---|
| Merespons Dana Rp 200 Triliun Untuk Himbara, BPR Artha Tanah Mas Siapkan Strategi Perkuat UMKM |
|
|---|
| UMKM Ritel di Semarang Didorong Adaptasi Bisnis Modern Lewat Digitalisasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/serundeng-rahayu-2.jpg)