UMKM
UMKM Ritel di Semarang Didorong Adaptasi Bisnis Modern Lewat Digitalisasi
Pelaku UMKM ritel di Semarang dan sekitarnya didorong melakukan adaptasi bisnis lewat penerapan digitalisasi.
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pelaku UMKM ritel di Semarang dan sekitarnya didorong melakukan adaptasi bisnis lewat penerapan digitalisasi dalam menjalankan usahanya.
Hal itu dibahas dalam pelatihan transformasi bisnis diinisiasi Coca-Cola Europacific Partners Indonesia, di Semarang, Selasa (16/9/2025)
Pelatihan tersebut fokus pada modernisasi toko, teknik pemasaran sederhana, dan pemanfaatan pembayaran digital agar usaha lebih efisien dan menarik konsumen.
Baca juga: 50 Merek Kendaraan akan Ramaikan GIIAS Semarang, Ini Jadwal dan Lokasinya
Baca juga: Lirik Lagu Siap Pinang Ko Juan Reza Feat Ria Ricis
Peserta UMKM Ritel, Rais Prayogo mengaku, pelatihan ini membantu pelaku UMKM memahami pentingnya digitalisasi dalam usaha tradisional.
"Kalau dilihat dari zaman sekarang, digitalisasi memang perlu untuk menunjang keberhasilan usaha. Empat tahun terakhir, saya sudah menerapkan pembayaran digital, dan sangat membantu karena pelanggan sekarang jarang bawa uang tunai," ujarnya.
Dia menilai pelatihan ini bermanfaat terutama bagi pelaku UMKM yang bukan generasi millennial ataupun Gen Z. Pasalnya, masih cukup banyak pelaku UMKK ritel yang belum melek digital. Pelatihan ini dinilai sangat membantu UMKM mengembangkan usaha.
"Kami berharap pelatihan bisa rutin dilakukan setiap dua atau tiga bulan untuk memperdalam pemahaman. Selain digitalisasi, bisa pelatihan akses pembiayaan melalui bank dengan bunga ringan. Itu akan sangat membantu kami," ujarnya.
Regional Manager Western Central Java Coca-Cola Europacific Partners Indonesia, Krisnanto Anggoro mengatakan, program ini bertujuan membantu pemilik toko tradisional meningkatkan omzet sekaligus beradaptasi dengan tren bisnis modern.
"Secara umum, harapannya seluruh outlet bisa meningkatkan omzet, sehingga bisnis mereka ikut bertumbuh," ucapnya.
Pelatihan ini membekali peserta dengan cara menata produk agar menarik, menghindari barang kedaluwarsa, dan memanfaatkan QRIS untuk mempermudah transaksi. Selain itu, peserta diperkenalkan konsep tata letak toko modern, termasuk penempatan kulkas, kasir, dan rak agar toko lebih rapi dan menarik.
Pelatihan diikuti pelaku UMKM dari Semarang, Kendal, Ungaran, dan sekitarnya, serta diberikan secara gratis dengan materi yang praktis dan aplikatif.
Menurut dia, program ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang mendorong penguatan UMKM melalui edukasi, pembiayaan, dan bantuan langsung.
"Dengan dukungan ini, pelaku usaha kecil bisa memiliki modal mengembangkan usaha, sehingga perputaran uang meningkat dan ekonomi tumbuh," jelasnya. (eyf)
| UMKM Keripik Tempe Purwokerto Terdampak Kenaikan Harga Plastik, Modal Naik Ratusan Ribu Perhari |
|
|---|
| Livin Fest 2025 Hadir di Semarang, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Ekosistem Digital |
|
|---|
| Puluhan Anggota GP Ansor Dapat Pelatihan UMKM dari CCEP |
|
|---|
| Merespons Dana Rp 200 Triliun Untuk Himbara, BPR Artha Tanah Mas Siapkan Strategi Perkuat UMKM |
|
|---|
| Ketika Pelaku UMKM Dapat Ilmu Mengubah Resep Tradisional Dengan Inovasi Masa Kini Oleh Para Chef |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ADAPTASI-BISNIS-Pelaku-UMKM-ritel-mengikuti-pelatihan.jpg)