Selasa, 21 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

UMKM

UMKM Ritel di Semarang Didorong Adaptasi Bisnis Modern Lewat Digitalisasi

Pelaku UMKM ritel di Semarang dan sekitarnya didorong melakukan adaptasi bisnis lewat penerapan digitalisasi.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: rival al manaf
TRIBUN JATENG / EKA YULIANTI FAJLIN 
ADAPTASI BISNIS - Pelaku UMKM ritel mengikuti pelatihan pelatihan transformasi bisnis diinisiasi Coca-Cola Europacific Partners Indonesia, di Semarang, Selasa (16/9/2025) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pelaku UMKM ritel di Semarang dan sekitarnya didorong melakukan adaptasi bisnis lewat penerapan digitalisasi dalam menjalankan usahanya.

Hal itu dibahas dalam pelatihan transformasi bisnis diinisiasi Coca-Cola Europacific Partners Indonesia, di Semarang, Selasa (16/9/2025)
 
Pelatihan tersebut fokus pada modernisasi toko, teknik pemasaran sederhana, dan pemanfaatan pembayaran digital agar usaha lebih efisien dan menarik konsumen. 

Baca juga: 50 Merek Kendaraan akan Ramaikan GIIAS Semarang, Ini Jadwal dan Lokasinya

Baca juga: Lirik Lagu Siap Pinang Ko Juan Reza Feat Ria Ricis

Peserta UMKM Ritel, Rais Prayogo mengaku, pelatihan ini membantu pelaku UMKM memahami pentingnya digitalisasi dalam usaha tradisional. 

"Kalau dilihat dari zaman sekarang, digitalisasi memang perlu untuk menunjang keberhasilan usaha. Empat tahun terakhir, saya sudah menerapkan pembayaran digital, dan sangat membantu karena pelanggan sekarang jarang bawa uang tunai," ujarnya.

Dia menilai pelatihan ini bermanfaat terutama bagi pelaku UMKM yang bukan generasi millennial ataupun Gen Z. Pasalnya, masih cukup banyak pelaku UMKK ritel yang belum melek digital. Pelatihan ini dinilai sangat membantu UMKM mengembangkan usaha. 

"Kami berharap pelatihan bisa rutin dilakukan setiap dua atau tiga bulan untuk memperdalam pemahaman. Selain digitalisasi, bisa pelatihan akses pembiayaan melalui bank dengan bunga ringan. Itu akan sangat membantu kami," ujarnya. 

Regional Manager Western Central Java Coca-Cola Europacific Partners Indonesia, Krisnanto Anggoro mengatakan, program ini bertujuan membantu pemilik toko tradisional meningkatkan omzet sekaligus beradaptasi dengan tren bisnis modern. 

"Secara umum, harapannya seluruh outlet bisa meningkatkan omzet, sehingga bisnis mereka ikut bertumbuh," ucapnya.

Pelatihan ini membekali peserta dengan cara menata produk agar menarik, menghindari barang kedaluwarsa, dan memanfaatkan QRIS untuk mempermudah transaksi. Selain itu, peserta diperkenalkan konsep tata letak toko modern, termasuk penempatan kulkas, kasir, dan rak agar toko lebih rapi dan menarik.

Pelatihan diikuti pelaku UMKM dari Semarang, Kendal, Ungaran, dan sekitarnya, serta diberikan secara gratis dengan materi yang praktis dan aplikatif.

Menurut dia, program ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang mendorong penguatan UMKM melalui edukasi, pembiayaan, dan bantuan langsung. 

"Dengan dukungan ini, pelaku usaha kecil bisa memiliki modal mengembangkan usaha, sehingga perputaran uang meningkat dan ekonomi tumbuh," jelasnya. (eyf)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved