Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Banjarnegara

Keluarga Habis Ditelan Bencana, Suwarni Penyintas Longsor Bangkit berkat Usaha Keripik Herbal

Peristiwa memilukan itu menjadi salah satu bencana alam terbesar sepanjang sejarah di Indonesia. 

Penulis: khoirul muzaki | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUN JATENG/KHOIRUL MUZAKI
TUNJUKAN PRODUK: Suwarni, pengusaha UMKM, menunjukkan produk keripik di rumahnya Dusun Gunung Raja, Desa Sijeruk, Kecamatan Banjarmangu, Banjarnegara, Minggu (27/4/2025). Dia mendapat pendampingan dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk kemajuan usahanya. (TRIBUN JATENG/KHOIRUL MUZAKI) 

Keripik Tanaman Obat

Tahun 2017, saat ia bergabung Kelompok Wanita Tani (KWT), seorang Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) memberinya ide brilian. 

Tanaman Pegagan atau juga dikenal Panegoang banyak tumbuh liar. Hanya segelintir warga yang memanfaatkan tanaman itu untuk sayur atau masakan. 

tumbuh subur di teras rumah Suwarni
PEGAGAN: Pegagan atau Panegoang tumbuh subur di teras rumah Suwarni Dusun Gunung Raja, Desa Sijeruk, Kecamatan Banjarmangu, Banjarnegara, Minggu (27/4/2025). Tanaman obat itu diolah Suwarni menjadi keripik lezat yang disukai semua kalangan. (TRIBUN JATENG/KHOIRUL MUZAKI)

Selebihnya, tanaman itu dibuang karena dianggap tak  berguna. Bahkan ada yang menjadikannya makanan kambing seperti halnya rumput. 

Padahal Pegagan punya segudang manfaat untuk kesehatan. Tanaman itu bahkan dipercaya berkhasiat untuk menyembuhkan penyakit. 

"Pegagan tadinya disepelekan, paling buat sayur atau makan kambing,” katanya.

Meski kaya manfaat, tidak semua orang menyukai tanaman obat tersebut.

Karena itu, Suwarni mencoba mengolahnya agar bisa diterima lidah semua orang. Ia memetik daun Pegagan yang tumbuh liar di kebun dan persawahan. 

Setelah membersihkan, ia mencampurnya dengan tepung atau adonan yang sudah dibumbui, lalu menggorengnya di wajan. 

Suwarni tak langsung menjual keripik Panegoangnya ke pasar. Ia meminta PPL yang mendampinginya untuk mencicipi dan menguji rasa. 

Meski baru pertama membuat, Suwarni sudah menuai pujian karena keripik Panegoangnya yang lezat. 

Paduan bumbunya pas dan gurih dengan tekstur renyah. Ia berhasil menyulap tanaman obat jadi camilan yang disukai semua kalangan.

"Itu pas saya bikin dan sudah dicicipi, katanya sudah layak dijual. Setelah itu saya berani jual,” katanya.

Setelah teruji rasanya, Suwarni percaya diri menjual keripik Panegoangnya ke pasar. Ia juga menitipkan produknya di warung-warung desa yang menjual makanan ringan. 

Pesanan keripik Pegagan terus meningkat hingga jadi produk unggulan usahanya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved