Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Banjarnegara

Keluarga Habis Ditelan Bencana, Suwarni Penyintas Longsor Bangkit berkat Usaha Keripik Herbal

Peristiwa memilukan itu menjadi salah satu bencana alam terbesar sepanjang sejarah di Indonesia. 

Penulis: khoirul muzaki | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUN JATENG/KHOIRUL MUZAKI
TUNJUKAN PRODUK: Suwarni, pengusaha UMKM, menunjukkan produk keripik di rumahnya Dusun Gunung Raja, Desa Sijeruk, Kecamatan Banjarmangu, Banjarnegara, Minggu (27/4/2025). Dia mendapat pendampingan dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk kemajuan usahanya. (TRIBUN JATENG/KHOIRUL MUZAKI) 

Bahkan saat momentum puasa dan lebaran 2025 lalu, produksi keripik Pegagannya sebanyak 1 kuintal ludes di pasaran. 

Suwarni sempat terkendala kurangnya stok daun Pegagan yang tumbuh liar saat pesanan membeludak. 

Tapi kini ia sudah tak khawatir kekurangan bahan. Satu bidang lahan kebunnya saat ini ia khususkan untuk ditanami Pegagan. 

"Ada yang langganan keripik Pegagan di tempat saya untuk terapi pengobatan," katanya.

Semakin lama usaha Suwarni kian lancar. Ia tak puas hanya menjual satu produk. Suwarni mencoba mendiversifikasi produknya sesuai kebutuhan pasar. 

Ia kembali berinovasi dengan tanaman obat lain yang mudah ditemukan di alam sekitar. Suwarni mencoba memproduksi keripik berbahan Pare, buah yang dikenal dengan rasanya yang pahit. 

Buah pare yang sudah dikupas, dirajang kecil-kecil dan tipis agar lebih menarik. Lalu dicampur adonan tepung dengan bumbu sebelum digoreng. 

Tak kalah dengan Pegagan, keripik Parenya yang gurih dan renyah juga laris di pasaran. 

"Kalau produknya bermacam-macam, lebih menarik, lakunya juga lebih banyak,”katanya

Suwarni tak berhenti berinovasi. Ia terus mencoba memproduksi aneka keripik unik dan beda dengan yang lain.  

Ia juga memproduksi peyek rebon dengan campuran Pete. Produk hasil kreasi Suwarni lainnya antara lain kerupuk salak dan keripik Combro berbahan singkong. 

Banyaknya varian produk yang ia buat mampu memikat pelanggan hingga omzetnya meningkat. 

Kualitas produknya pun kian teruji. Ia kini bahkan jadi suplier tetap makanan ringan di beberapa toko modern atau swalayan di kota Banjarnegara

"Untuk harga grosir, saya jual produk perbungkus Rp 10 ribu. Kalau ecer harganya lebih,” katanya.

Suwarni mengemas keripik Pegagan
KEMAS KERIPIK PEGAGAN: Suwarni mengemas keripik Pegagan di rumahnya Dusun Gunung Raja, Desa Sijeruk, Kecamatan Banjarmangu, Banjarnegara, Minggu (27/4/2025). Banyaknya varian produk yang ia buat mampu memikat pelanggan hingga omzetnya meningkat. (TRIBUN JATENG/KHOIRUL MUZAKI)

Dukungan BRI

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved