Berita Banjarnegara
Keluarga Habis Ditelan Bencana, Suwarni Penyintas Longsor Bangkit berkat Usaha Keripik Herbal
Peristiwa memilukan itu menjadi salah satu bencana alam terbesar sepanjang sejarah di Indonesia.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: M Syofri Kurniawan
Suwarni butuh kolaborasi untuk memajukan usahanya. Ia bergabung dengan Asosiasi Wanita Pengusaha Makanan Ringan (Aswapemari) Banjarnegara untuk memperkuat jejaring.
Dari situ, ia juga mendapat pendampingan dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk kemajuan usahanya.
Ia mendapat bantuan modal dari BRI sebesar Rp 2,4 juta. Bantuan modal itu sangat penting baginya untuk mengembangkan usaha. Ia mempergunakannya untuk membeli mesin penggiling.
Sebelumnya, untuk memproduksi makanan ringan, ia masih menggunakan alat dan tenaga manual sehingga kurang efektif dan efisien.
“Kalau pakai manual, bikinnya lama, butuh tenaga banyak juga, tidak menutup untuk bayar tenaga. Sekarang pakai mesin lebih cepat, saat orderan banyak gak bingung,” katanya.
Tak hanya bantuan modal, Suwarni juga mendapat bantuan meja stainless dan timbangan. Meja dipakainya untuk menunjang produksi makanan ringan. Timbangan juga penting untuk menakar bahan maupun produk sebelum proses pengemasan.
Suwarni juga mengakses modal pinjaman ke BRI lewat program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Uang itu dipakainya untuk menunjang usaha, termasuk membeli bahan baku produksi aneka keripiknya.
“Buat beli bahan juga,” katanya.
Saiun, teman sekaligus pelanggan setia Suwarni ketagihan dengan produk makanan ringan wanita itu. Menurut dia, produk keripik Suwarni memiliki kekhasan tersendiri.
Di samping lezat dari segi rasa, keripik produksi Suwarni juga tidak meninggalkan banyak minyak seperti produk usaha rumahan pada umumnya.
Yang lebih menarik bagi dia adalah bahan yang dipakai ternyata tanaman obat, seperti Pegagan dan Pare. Saiun sendiri lebih menyukai keripik Pegagan karena tidak pahit saat dikonsumsi.
Sebagai ibu rumah tangga, Saiun mengaku juga biasa mengonsumsi Pegagan dengan cara dimasak atau disayur. Karenanya, ia antusias ketika mendapati Pegagan diolah jadi keripik yang gurih dan lezat.
“Jadi tanpa terasa, saat memakan keripik Pegagan dan Pare, kita sebenarnya mengonsumsi tanaman obat yang bagus untuk kesehatan,” katanya.
Sebagai teman, Saiun mengaku kagum dengan sosok Suwarni yang punya kemampuan bertahan (survival) kuat dalam mengarungi kehidupan berat.
Jadi korban bencana hingga seluruh anggota keluarganya meninggal, serta seluruh hartanya lenyap, bukan kenyataan yang mudah bagi setiap orang.
Tapi ia salut Suwarni bisa melewati ujian berat itu dan bangkit menjadi wanita kuat.
Bahkan, Suwarni kini membuktikan bisa menjadi wanita pengusaha yang hebat hingga menginspirasi banyak orang.
“Bu Suwarni pantang mundur, bisa bangkit dari keterpurukan. Meski usaha pasang surut, dia juga tetap semangat,” katanya. (aqy)
Baca juga: Kisah Penyintas Kanker Bangun Usaha di Banjarnegara, Tetap Berbagi meski Warung Sepi
"Kental Banget Budayanya" Traveler Dieng Culture Festival 2025 Antusias Ikut Arak Bocah Gimbal |
![]() |
---|
Jadwal Lengkap Dieng Culture Festival ke-15: Ada Orkestra dan Ritual Cukur Rambut Anak Gimbal |
![]() |
---|
Dieng Fun Walk Akan Menjadi Kegiatan Pembuka dalam Rangkaian Dieng Culture Festival ke XV |
![]() |
---|
Rutan Banjarnegara Kukuhkan Kwarcab Pramuka Rutan, 2 Warga Binaan Ikuti Perkemahan di Nusakambangan |
![]() |
---|
Kuwondogiri Duwe Gawe 2 Natculture Festival 2025 Banjarnegara Hadirkan Kolaborasi Apik Lintas Daerah |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.